*
Suasana haru dan syukur menyelimuti Kampung Rancamalang. Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan Bahasa Arab Darusurrur 27 resmi memulai pembangunannya dengan tasyakur peletakan batu pertama.
Kegiatan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026 di Blok Saluyu, Kp. Rancamalang RT 05/10, Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Turut hadir Kapolsek Margaasih Kompol Bony Yuniar, A.A., S.I.P., M.H., KH. Sulaiman Zajuli atau Buya Anom selaku Pimpinan Ponpes Darusurrur Pusat, KH. Ahmad Zunaedi Zarkasih atau Buya Edi, KH. Jalaludin Suyuti, Ustadz Diat, para tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pembangunan Dani Budiana menyampaikan tujuan didirikannya pesantren ini.
“Alhamdulillah hari ini kita mulai langkah besar. Ponpes Darusurrur 27 hadir untuk menciptakan generasi Qur’ani di Margaasih. Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tapi juga faham dan mengamalkan isi ayat-ayat Allah, baik yang tersirat maupun tersurat,” ujarnya.
Dalam tausiahnya, KH. Sulaiman Zajuli atau Buya Anom menegaskan pesantren adalah benteng akhlak.
“Tujuan utama kita mendirikan pesantren ini adalah mencetak manusia-manusia yang cinta Al-Qur’an. Agar ke depan lahir generasi yang mengerti isi Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkapnya.
Kapolsek Margaasih Kompol Bony Yuniar juga memberikan dukungan penuh atas pembangunan ponpes.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif warga dan para ulama mendirikan Ponpes Darusurrur 27. Pendidikan agama adalah kunci untuk membentuk karakter dan mencegah gangguan Kamtibmas. Polsek Margaasih siap mendukung dan mengawal agar proses pembangunan berjalan lancar dan kondusif,” tegas Kompol Bony.
Peletakan batu pertama ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Warga berharap Ponpes Darusurrur 27 bisa segera berdiri dan menjadi pusat pendidikan Islam serta syiar di wilayah Margaasih.*Tim Liputan Jurnalis Linggaraja*















