Kompas. 1. id.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR ) Kabupaten Bandung melalui Bidang Pengembangan Jasa Kontruksi menggelar Bimbingan Teknis ( Bimtek ). dan Sertifikasi Tenaga Terampil Gelombang III dan IV Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi. Bertempat di Rumah Sadoe, Rabu ( 29/7/26 ). Kegiatan di buka langsung Sekretaris DPUPR, Deni Gunawan, S.T,. M.M.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki keahlian yang tersertifikasi dan siap mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, dan juga menjadi wujud dukungan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kapasitas tenaga konstruksi di Kabupaten Bandung agar lebih berdaya saing dan berkontribusi pada pembangunan daerah. Melalui bimtek dan sertifikasi ini, DPUPR berharap lahir tenaga terampil yang mampu bekerja secara lebih aman, tepat, dan sesuai standar .
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia ( SDM ) melalui program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga teknik, demi peningkatan mutu perencanaan serta pelaksanaan infrastruktur publik. Langkah ini mencakup pelatihan teknis, pendampingan proyek, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan akurasi kerja dengan diikuti 100 peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pengembangan Jasa Kontruksi , Shinta Siti Habsyoh , ST,. M.Si. menyampaikan, ” Pemerintah terus mendorong lahirnya lebih banyak pekerja yang trampil dan bersertifikat agar tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang diakui, berdaya saing, dan siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.” Ujarnya.
Dengan bekali melalui bimtek, para pekerja diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang kuat, berkualitas, dan aman, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan kerja dalam pelaksanaannya, dan juga dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kedisiplinan dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga mampu menghasilkan bangunan yang kuat, aman, dan berkualitas.
” Bimtek ini penting sebagai bekal dalam memperkuat perlindungan, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi peserta, ” Tegasnya.
Shinta menambahkan, dalam melaksanakan pembangunan, tidak hanya kualitas bangunan yang perlu diperhatikan, tetapi juga aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keduanya harus berjalan seimbang agar hasil pekerjaan tidak hanya kuat dan berkualitas, tetapi juga aman bagi para pekerja maupun pengguna bangunan.
Penerapan K3 bukan hanya untuk melindungi para pekerja di lapangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan hasil pekerjaan yang berkualitas, kokoh, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan yang memperhatikan keselamatan kerja, setiap tahapan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, meminimalisir risiko kecelakaan, serta menghasilkan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan
Melalui bimtek ini, diharapkan para peserta dapat menjadi tenaga ahli yang profesional, kompeten, dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara optimal dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Jurnalis : Dhany














