Kompas1.id
KAPUAS HULU – Warung Bang Man yang berlokasi di Simpang Silat, Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi pusat pertemuan yang hangat. Menjelang pelaksanaan Nujah Menua Gawai Dayak Sintang 2026, tempat ini ramai dikunjungi tamu dari Sarawak, Malaysia, serta masyarakat dari berbagai penjuru Kalimantan Barat yang berhenti sejenak menikmati kuliner lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi sebelum melanjutkan perjalanan.
Suasana kekerabatan yang kental terasa nyata, membuktikan bahwa budaya mampu menjembatani perbedaan dan menyatukan masyarakat tanpa terhalang batas wilayah.
Bang Man, pemilik warung, menyampaikan bahwa tempat yang ia kelola bukan sekadar tempat beristirahat dan menikmati hidangan, melainkan ruang persaudaraan yang terbuka bagi siapa saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyambut setiap tamu dengan hati terbuka. Siapa pun yang datang kami anggap sebagai keluarga. Semoga Warung Bang Man terus membawa manfaat bagi masyarakat, mempererat silaturahmi, serta mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dalam suasana kebersamaan tersebut turut hadir Abang Surahman, SH, mantan Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu periode 2004–2009. Ia menyambut baik semangat persatuan yang terjalin, sekaligus menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan mendorong kemajuan daerah.
“Kegiatan budaya seperti Nujah Menua Gawai Dayak Sintang 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat jati diri sekaligus memperkenalkan potensi Kalimantan Barat kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Abang Surahman.
Hadirnya peserta dari berbagai wilayah, termasuk Madaglili, Kabupaten Kapuas, menegaskan bahwa ajang budaya menjadi jembatan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Kabupaten Kapuas Hulu dinilai memiliki peluang besar berkembang sebagai pusat wisata budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Kehadiran tamu dari luar daerah maupun luar negeri secara langsung membawa dampak positif bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, jasa transportasi, serta sektor pariwisata setempat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar warisan leluhur yang harus dijaga, melainkan aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat persaudaraan lintas wilayah dan negara, serta membangun citra positif daerah di kancah nasional hingga internasional.
Dedy
Lokasi: Warung Bang Man, Simpang Silat, Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
—














