Bandung Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari**
Makna keluarga tidak terbatas pada hubungan sedarah, atau keturunan, namun lebih luas lagi hingga keluarga bukan lagi soal sedarah tapi mereka yang dipersatukan dalam satu visi, misi demi menggapai cita-cita yang sama. Maka keluarga pun bukan lagi hubungan antara adik dan kakak, tapi juga ada di ruang kantor antara sesama karyawan, atasan dan bawahan. Oleh karena itu kita pun sering mendengar ungkapan di kantor-kantor pemerintah ataupun swasta,”Mari kita tinggkatkan kekeluargaan di antara sesama karyawan.” Atau saat menerima karyawan anyar,”Selamat datang di keluarga besar PT…”
Tentu saja makna kekeluargaan di kantor bertujuan menciptakan suasana kerja yang harmonis, saling mendukung, dan memiliki rasa saling memiliki antar karyawan dan pimpinan layaknya hubungan adik dan kakak, orang tua dan anak. Budaya kekeluargaan di kantor adalah upaya menjalin kedekatan dan keterbukaan antar pegawai maupun dengan pimpinan, mengurangi rasa canggung dan menciptakan suasana kerja yang nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun anehnya hubungan keluarga itu tak seperti keluarga sebab diam-diam diantara sesama karyawan dan pimpinan memendam rasa iri, dengki. Kita duduk di ruangan yang berdekatan tapi diam-diam menyimpan jarak, prasangka bahkan persaingan yang tak sehat. Di belakang antar sesama karyawan dan pimpinan berseliweran ghibah akibatnya membentuk opini yang samar, sebab tak berani berbicara langsung
Layakna di keluarga feodal yang tak membolehkan adanya kritik, sebab kritik dianggap serangan, perbedaan pendapat dilihat sebagai ancaman. Tak ada ruang dialog atasan dengan bawahan. Tentu saja ini akan sangat merugikan kinerja perusahaan, sebab perusahaan yang kinerjanya bagus lahir dari komunikasi yang saling menghargai bukan dominasi kekuasaan.
Ikatan yang terjalin atas nama kekeluargaan akan memperlakukan orang lain seperti keluarga sendiri, keluarga dalam arti sedarah. Lantas, relasi yang terbangun adalah horizontal atau setara. Kekeluargaan berasal dari kata dasar keluarga yang merupakan unit terkecil dari kelompok sosial. Keluarga secara harfiah terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Sekalipun antar individu dianggap setara, peran yang ada dalam keluarga menyiratkan adanya hierarki atau hubungan yang berjenjang.
Kekeluargaan mengandung relasi yang horizontal dan vertikal bergantung pada konteksnya. Dalam memahami arti kekeluargaan, hormat adalah sikap penting. Hormat berarti mengakui kehadiran orang lain dengan perannya masing-masing, tanpa saling mencibir dan merendahkan satu sama lain. Mustahil rasa kekeluargaan hadir tanpa rukun dan saling hormat.
Keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah hanya lahir dari mereka yang bisa saling mengasihi, saling menyempurnakan dan itu hanya dikarenakan hati yang bersih. Jika tidak, maka makna kekeluargaan di kantor hanyalah jargon belaka.
*Penulis buku Bekerja karena Allah dan Komisaris BUMD Kab Bandung














