Bandung Barat.Jabar.Kompas1.id
Komitmen membangun generasi bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan terus diwujudkan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LEMDIKLAT) IWUNG melalui kolaborasi strategis dengan Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang. Sinergi tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan Super Camp 2026 yang mengintegrasikan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) dan Khutbatul Arsy sebagai media pembentukan karakter santri secara menyeluruh.
Sebanyak 166 santri mengikuti rangkaian pembinaan yang dirancang dengan pendekatan experiential learning, yaitu proses belajar melalui pengalaman nyata di alam terbuka. Metode ini dipilih untuk memastikan setiap peserta tidak hanya memahami nilai-nilai kepemimpinan secara konseptual, tetapi juga menghayati, mempraktikkan, dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, Tim Instruktur LEMDIKLAT IWUNG memberikan pembinaan secara komprehensif meliputi kepemimpinan, pendidikan karakter, kedisiplinan, komunikasi efektif, kerja sama tim, Peraturan Baris Berbaris (PBB), penjelajahan alam, permainan edukatif, penguatan spiritual melalui ibadah berjamaah, hingga pembiasaan hidup mandiri seperti bermalam di tenda, mengelola perlengkapan pribadi, dan membangun tanggung jawab dalam kehidupan berkelompok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala LEMDIKLAT IWUNG, Andi Sukandi, menegaskan bahwa tantangan masa depan tidak cukup dijawab dengan kecerdasan akademik semata. Generasi muda membutuhkan karakter yang kokoh, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan di tengah berbagai perubahan.
“Karakter tidak dibentuk di ruang kelas semata, tetapi ditempa melalui pengalaman, tantangan, dan pembiasaan. Karena itu kami menghadirkan pendidikan yang membuat peserta mengalami langsung nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, keberanian, dan kepemimpinan. Ketika nilai-nilai itu dipraktikkan secara konsisten, di situlah karakter sejati akan tumbuh,” ujar Andi Sukandi.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang, Ust. Rojana, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kemitraan dengan LEMDIKLAT IWUNG yang dinilai mampu memperkuat sistem pendidikan pesantren melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Kami meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menyentuh akal, hati, dan tindakan. Melalui kegiatan ini, para santri belajar tentang disiplin, kepedulian, tanggung jawab, kemandirian, serta kepemimpinan melalui pengalaman nyata. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Ust. Rojana.
Kolaborasi antara LEMDIKLAT IWUNG dan Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang menjadi wujud nyata sinergi dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan. Melalui program ini diharapkan lahir generasi santri yang berakhlak mulia, tangguh menghadapi tantangan zaman, memiliki integritas tinggi, mampu memimpin dengan keteladanan, serta menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan Indonesia di masa depan.
@andisuka_2026














