KOMPAS1.ID
SMPN 4 Cimahi Gelar Simulasi Bencana, Lendeng Fast Rescue dan Pihak Terkait Tunjukkan Kesiapan Penyelamatan
CIMAHI – Suasana tegang namun terorganisir menyelimuti lingkungan SMP Negeri 4 Kota Cimahi saat kegiatan Simulasi Penanggulangan Anggapan Bencana (SPAB) digelar. Mengangkat skenario guncangan hebat yang memicu kepanikan massal, kegiatan ini menguji kesiapan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tim penanggulangan darurat dalam merespons situasi kritis.
Simulasi dimulai seketika saat “gempa” terjadi. Di tahap awal, seluruh siswa dan guru langsung memperagakan langkah proteksi mandiri: berlindung di bawah meja serta melindungi kepala menggunakan tas atau tangan guna menghindari benturan benda jatuh. Begitu guncangan dinilai berhenti dan kondisi dianggap aman, instruksi evakuasi segera dikumandangkan. Ratusan siswa pun bergerak tertib meninggalkan ruang kelas, beriringan menuju Titik Kumpul yang telah ditentukan di lapangan utama sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah proses evakuasi tersebut, suara sirene membelah udara menandakan kedatangan tim penanganan darurat. Armada dan ambulans dari Lendeng Fast Rescue tiba di lokasi untuk menjalankan operasi penyelamatan secara formal dan terstruktur.
Salah satu momen paling krusial dan menarik perhatian adalah simulasi penyelamatan korban yang terjebak di lantai dua gedung sekolah. Menggunakan teknik Vertical Rescue atau penyelamatan vertikal, tim Lendeng Fast Rescue dengan cekatan dan presisi menurunkan korban ke area aman di bawah menggunakan tandu khusus dan sistem tali pengaman yang telah teruji.
Setelah dievakuasi ke area dasar, Tim Medis gabungan yang terdiri dari personel Puskesmas, Pramuka Peduli, dan Pasukan Merah Remaja (PMR) SMPN 4 Cimahi langsung sigap melakukan pertolongan pertama (First Aid) kepada para korban. Korban yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut kemudian dipindahkan menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan rujukan terdekat.
Kegiatan tidak berhenti pada praktik lapangan semata. Di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik yang telah berkumpul, instruktur ahli dari Lendeng Fast Rescue juga memberikan edukasi interaktif. Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar bertahan hidup, cara mengelola kondisi psikologis saat rasa panik melanda, serta pentingnya menjaga jalur evakuasi tetap bersih dan steril demi kelancaran proses penyelamatan saat kejadian nyata.
Kegiatan gladi kesiapsiagaan ini ditutup dengan sesi evaluasi bersama dan sesi dokumentasi, menjadi bukti soliditas kerja sama antar-lembaga yang terlibat.
Melalui pelaksanaan SPAB yang terstruktur dan lengkap ini, SMPN 4 Kota Cimahi tidak hanya sekadar memenuhi kurikulum pendidikan, namun secara nyata sedang membangun fondasi budaya siaga bencana dan ketangguhan di lingkungan sekolah. Diharapkan, penanaman kesadaran mitigasi risiko sejak dini ini mampu meminimalkan dampak bencana serta melindungi aset bangsa yang paling berharga: nyawa dan keselamatan generasi penerus.
(Bob Hariawan – Kabiro Kota Bandung)














