Aceh Singkil kompas1.id
Kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan ambulans Puskesmas Suro Makmur memuncak setelah dua siswi SMP Negeri 1 Suro Makmur korban kecelakaan diduga terlantar hingga sekitar 25 menit tanpa bantuan ambulans, Jumat (22/5/2026).
Warga mengaku telah berulang kali menghubungi sopir ambulans Puskesmas Suro Makmur sesaat setelah kecelakaan terjadi. Namun ambulans yang diharapkan datang untuk mengevakuasi korban tak kunjung muncul.
Akibat lambannya respons tersebut, warga akhirnya terpaksa meminta bantuan mobil MBG yang kebetulan sedang bertugas mengutip ompreng untuk membawa korban mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi di Simpang Keras, Desa Siompin, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil.
Salah satu korban diketahui bernama Silfa, anak dari almarhum Faisal Buang Menalu, warga Desa Keras. Korban dikabarkan dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke RSUD Subulussalam.
Sementara korban lainnya, Tina br Manik, saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Suro Makmur.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kronologis kecelakaan karena belum ada pihak yang berhasil dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Mereka menilai ambulans puskesmas seharusnya menjadi layanan darurat yang siap siaga kapan saja dibutuhkan masyarakat, terutama dalam situasi kecelakaan yang menyangkut keselamatan nyawa.
“Kalau tenaga medis di puskesmas kami akui cepat dan sigap menangani korban. Tapi soal ambulans ini sangat mengecewakan,” ujar salah seorang warga Desa Keras.
Warga dan pihak keluarga korban meminta Kepala Puskesmas Suro Makmur segera melakukan evaluasi dan menindak tegas sopir ambulans agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut warga, keterlambatan ambulans dalam situasi darurat dapat berdampak fatal bagi keselamatan korban yang membutuhkan penanganan cepat.(SB)














