KOMPAS1.ID
CIMAHI – Guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang tangguh dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman alam, SMP Negeri 4 Kota Cimahi sukses menyelenggarakan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan besar ini merupakan wujud nyata implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digalakkan untuk membangun budaya siaga di lingkungan pendidikan.
Simulasi yang bersifat edukatif dan komprehensif ini dirancang secara khusus untuk melatih kesiapan mental, ketahanan fisik, hingga kemampuan koordinasi taktis seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan—dalam merespons dan menghadapi situasi darurat secara nyata dan terukur.
Sinergi Lintas Sektor Demi Keselamatan Bersama
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan pelaksanaan simulasi skala luas ini tidak lepas dari kerja sama dan kolaborasi apik yang dibangun pihak sekolah dengan berbagai instansi dan lembaga ahli terkait. Dalam kegiatan ini, SMPN 4 Kota Cimahi menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Lendeng Fast Rescue, Call to Action, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Pramuka Peduli, serta Puskesmas Kelurahan Melong.
Keterlibatan berbagai elemen lintas sektor ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang nyata, akurat, dan mendalam kepada seluruh peserta mengenai alur evakuasi yang benar, teknik penyelamatan diri, hingga tata cara penanganan korban pasca-bencana secara profesional dan sesuai standar keselamatan.
Melalui kegiatan ini, sekolah berkomitmen tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membangun generasi yang tangguh, sigap, dan memiliki daya lenting (resiliensi) tinggi dalam menghadapi segala kemungkinan ancaman bencana di masa depan.
(Bob Hariawan – Kabiro Kota Bandung)














