Dugaan Penyimpangan Dana Ketahanan Pangan Desa Pemuka, Warga Minta APH Bertindak Tegas

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
– Masyarakat Desa Pemuka, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, menyoroti dugaan penyimpangan dana ketahanan pangan desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp125 juta yang bersumber dari 20 persen Alokasi Dana Desa (ADD).

‎Anggaran tersebut diperuntukkan untuk tiga program, yakni pembangunan kandang ternak, pengadaan kambing, dan penanaman kebun semangka. Namun warga menilai program tersebut tidak berjalan maksimal dan diduga tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Dugaan ini disampaikan Hidayat, mahasiswa aceh singkil yg berkuliah di aceh barat, yang di mana Salah satu warga pemuka meminta bantu untuk menyuarakan hak hak masyarakat melalui mahasiswa. Warga menilai pengelolaan program oleh pihak terkait, termasuk pengurus BUMDes, perlu diperiksa secara menyeluruh agar semuanya terang-benderang.

‎Nama Ketua BUMDes, Iwan Fazri, turut disebut warga terkait penjelasan mengenai program kebun semangka dan pengadaan kambing yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

‎Program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan pada tahun 2025. Namun hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat hasil yang jelas dari penggunaan anggaran tersebut.

‎Persoalan ini terjadi di Desa Pemuka, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

‎Warga mempertanyakan transparansi dan realisasi program. Kebun semangka yang sebelumnya disebut sudah ditanami dan rusak akibat banjir, menurut warga justru tidak pernah ditanami sama sekali.

‎Selain itu, pengadaan kambing juga menjadi sorotan. Warga menilai penjelasan terkait kambing yang mati maupun dimakan anjing yang di klarifikasi oleh ketua bumdes lewat media itu tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui di lapangan. Bahkan masyarakat menduga ada kelalaian dalam pengelolaan ternak karena disebut belum adanya PHO atau serah terima pekerjaan secara jelas.

‎Masyarakat khawatir jika persoalan ini tidak segera ditangani, maka dapat menimbulkan kerugian negara dan menghilangkan hak masyarakat atas program ketahanan pangan desa.

‎Warga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua BPD Desa Pemuka hingga aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Aceh Singkil. Namun masyarakat menilai belum ada tindak lanjut yang memuaskan. Karena itu, masyarakat meminta. Inspektorat Kabupaten Aceh Singkil Polres Aceh Singkil,
‎Kejaksaan Negeri Aceh Singkil,

‎agar segera turun ke lapangan melakukan audit, pemeriksaan, dan penyelidikan secara transparan terhadap penggunaan dana ketahanan pangan tersebut.

‎Warga menegaskan bahwa dana desa adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum atau penyalahgunaan anggaran, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu.(SB)

Baca Juga:  DPR RI Resmi Sahkan Revisi UU P2SK untuk Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuanga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:44 WIB

Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:40 WIB

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:21 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WIB

*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:23 WIB

‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing

Berita Terbaru

Uncategorized

Permohonan Doa dari Korwil Bekasi dan Keluarga Besar Kompas1ID

Selasa, 7 Jul 2026 - 08:17 WIB