BANJIR DI NANGA NUAR: MUSIBAH LUMPUHKAN AKTIVITAS, NAMUN JADI “REJEKI DADAKAN” BAGI PEMUDA

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KAPUAS HULU – Wilayah Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali dilanda banjir yang merendam akses jalan utama dan pemukiman warga pada Minggu sore, 17 Mei 2026. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan debit air melonjak drastis dan meluap ke daratan, membuat aktivitas warga terhenti total.

Genangan air yang cukup dalam memaksa pengendara roda dua maupun roda empat menghentikan perjalanan karena khawatir kendaraan rusak atau mogok. Jalanan utama pun berubah menjadi padat dan penuh kepanikan, seiring antrean kendaraan yang panjang serta warga yang berusaha mencari jalan aman untuk melintas.

Di tengah kekacauan yang dianggap musibah oleh sebagian besar warga, muncul sisi lain yang menarik perhatian. Sejumlah pemuda setempat justru bertindak sigap, membantu para pengendara yang kesulitan menembus banjir. Mulai dari mengangkat sepeda motor, mendorong kendaraan yang mogok, hingga menuntun warga melewati arus air yang deras.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi saling bantu itu perlahan berubah menjadi peluang mencari nafkah dadakan. Sebagian pemuda ini menerima uang sukarela dari para pengendara sebagai tanda terima kasih atas bantuan yang diberikan, terutama saat kendaraan mereka berhasil diselamatkan dari kerusakan atau terjebak di tengah banjir. Di tengah tekanan ekonomi yang berat, momen ini menjadi “ladang rezeki sementara” bagi anak muda di sana, yang memanfaatkan tenaga dan keberanian untuk mendapatkan tambahan penghasilan demi kebutuhan sehari-hari. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat di daerah pedalaman mampu bertahan dan mencari celah penghidupan meski di tengah situasi bencana.

Baca Juga:  Tak Percaya Dengan Polisi, Ribuan Warga Serang Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba

Namun di balik itu, kekhawatiran mendalam menyelimuti warga. Banjir yang kian parah ini dinilai bukan semata-mata akibat faktor cuaca. Warga menduga kerusakan lingkungan menjadi penyebab utama. Berkurangnya pepohonan akibat pembukaan lahan yang tak terkontrol, pendangkalan parit, hingga rusaknya daerah resapan air membuat air hujan tak lagi dapat diserap oleh alam. Dulu, kawasan ini masih dikelilingi hutan lebat yang menahan air, kini air langsung meluber ke jalan dan rumah warga begitu hujan turun. Akibat paling berat pun jatuh kembali kepada masyarakat kecil.

Yang paling ironis, bencana yang seharusnya menjadi peringatan akan kelestarian alam kini mulai dianggap hal biasa. Para pemuda yang membantu saja sudah terbiasa dengan situasi serupa, mengingat hampir setiap musim hujan, banjir selalu datang menghampiri. Meski demikian, semangat kebersamaan warga Nanga Nuar tetap kuat; terlihat dari mereka yang rela turun ke air berlumpur demi menolong sesama tanpa pamrih.

ini, harapan besar ditujukan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Warga berharap kehadiran pemerintah bukan hanya saat banjir menjadi sorotan, melainkan membawa solusi nyata dan berkelanjutan. Mulai dari perbaikan drainase, normalisasi sungai, pembangunan saluran air yang memadai, hingga penegakan aturan terhadap perusakan lingkungan dinilai sangat mendesak dilakukan.

Pasalnya, jika dibiarkan, banjir tidak hanya akan terus merusak fasilitas dan tempat tinggal, tapi juga perlahan mengubah pola hidup masyarakat. Musibah yang seharusnya dihindari, berpotensi menjadi rutinitas tahunan yang tak terelakkan—bahkan menjadi sumber penghasilan tak terduga bagi sebagian orang akibat keadaan yang terus berulang.

Reporter: DIDY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi I DPRD Purworejo Terima Audiensi DPD IWO Indonesia Kabupaten Purworejo , Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Wagub Jabar Erwan Setiawan Ancam Pecat ASN yang Terlibat LGBT
*POLISI MASUK SEKOLAH: BHABINKAMTIBMAS MEKARRAHAYU BEKALI SISWA BARU MTs USWATUN HASANAH SOAL DISIPLIN DAN ANTI-BULLYING*
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tegas: Kabel Udara Ilegal Langsung Dipotong, Semua Akan Dialihkan ke Bawah Tanah
Karya Adalah Identitas, Bukan Sekadar ID Card: Wartawan Bermartabat Menjaga Integritas Profesi
TMMD Ke-129 Resmi Dimulai, TNI-Pemda Bergerak Bangun Infrastruktur dan Kesejahteraan di Sungkai Utara
Pekerja Pabrik Kapur di Bandung Barat Mengadu ke Dedi Mulyadi, Hak Normatif Tak Terpenuhi
Ratusan Santri Belajar Langsung di Istana Negara, Kenali Sejarah hingga Nilai Kebangsaan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:01 WIB

Komisi I DPRD Purworejo Terima Audiensi DPD IWO Indonesia Kabupaten Purworejo , Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:54 WIB

Wagub Jabar Erwan Setiawan Ancam Pecat ASN yang Terlibat LGBT

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:47 WIB

*POLISI MASUK SEKOLAH: BHABINKAMTIBMAS MEKARRAHAYU BEKALI SISWA BARU MTs USWATUN HASANAH SOAL DISIPLIN DAN ANTI-BULLYING*

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:43 WIB

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tegas: Kabel Udara Ilegal Langsung Dipotong, Semua Akan Dialihkan ke Bawah Tanah

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:11 WIB

Karya Adalah Identitas, Bukan Sekadar ID Card: Wartawan Bermartabat Menjaga Integritas Profesi

Berita Terbaru