Tim RI dan Malaysia Tinjau Batas di Sungai Kelik, Bahas Penentuan Titik Ikat dan Pembangunan PLBN

Berita, Nasional575 Dilihat


– Tim gabungan dari Indonesia dan Malaysia melakukan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan Desa Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, yang berbatasan langsung dengan Residen Sri Aman, Sarawak, pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari forum kerja sama Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia) yang telah berjalan sejak 1985.

Rombongan dipimpin langsung oleh Komjen Luar Negeri RI di Kuching Sarawak, Dr. Abdullah Zulkifli, didampingi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Sintang, perwakilan Bina Marga Kalimantan Barat, Bea Cukai Badau, Camat Ketungau Hulu, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat dan adat.

banner 336x280

Sementara itu, tim dari Malaysia dipimpin oleh Wakil Ketua Kantor Imigrasi Sarawak, Puan Norhafiza Binti Junaidi, dan dihadiri langsung oleh Residen Sri Aman, Tuan Mahra Salleh. Kedua tim bahkan berjalan kaki menaiki Bukit Kelingkang untuk meninjau langsung garis batas negara.

Penentuan Titik Ikat Border

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Sintang, Barrie Danu Brata, SE, M.Si, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah pembahasan teknis penentuan titik ikat border.

“Agenda kunjungan ini adalah kerja sama Sosek Malindo dalam penentuan titik ikat border Kabupaten Sintang. Pihak Indonesia sudah menetapkan dua titik, yaitu di Patok H499 dan Patok H507. Sedangkan pihak Malaysia sudah menentukan wilayah di Lachau, namun mereka belum menentukan titik ikat pastinya,” jelas Barrie.

Diketahui jarak dari Pasar Lachau ke patok batas negara Indonesia hanya berjarak sekitar tiga kilometer.

Desakan Pembangunan PLBN

Camat Ketungau Hulu, Nahum, S.T, M.T, menyampaikan harapan besar masyarakat agar Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik dapat segera direalisasikan.

“Ini merupakan harapan masyarakat perbatasan Ketungau Hulu dan Kabupaten Sintang umumnya. Kami juga berharap masyarakat mendukung keamanan kawasan serta proses pembebasan lahan untuk pembangunan PLBN ini,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat dan adat setempat. Mereka menilai keberadaan PLBN sangat penting untuk memudahkan silaturahmi warga kedua negara yang masih merupakan suku serumpun namun terpisah batas administrasi.

“Semoga kerja sama ini mendapat respon positif dari pemerintah Malaysia dan segera terlaksana demi kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Pewarta: Tommy Johanda

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *