Warga Ogan Lima Hilang di Waduk Way Rarem, Tim SAR Berpacu dengan Gulma Eceng Gondok dan Medan Sulit

Berita, Daerah371 Dilihat

LAMPUNG UTARA — KOMPAS1.id ||   Operasi pencarian terhadap Aminudin Bin M. Idris (48), warga Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di kawasan Waduk Bendungan Way Rarem, Lampung Utara, masih belum membuahkan hasil.

Hingga Selasa sore (05/05/2026), tim gabungan terus berpacu dengan waktu di tengah medan berat dan hamparan gulma eceng gondok yang menutupi permukaan waduk.

banner 336x280

Korban, seorang petani asal Dusun 8 RT 01 Desa Ogan Lima, diketahui terakhir kali meninggalkan rumah pada Senin pagi (04/05/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepada keluarga, Aminudin berpamitan untuk mencari ikan dengan cara memanah di perairan Waduk Way Rarem, Desa Pekurun Selatan, Kecamatan Abung Tengah.Namun hingga malam tiba, korban tak kunjung kembali.

Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan.Sekitar pukul 21.00 WIB, salah seorang anggota keluarga, Karim, melakukan pencarian ke lokasi dan menemukan sepeda motor Honda Supra, jerigen pelampung, tas, serta hasil tangkapan ikan milik korban di tepi waduk.Namun Aminudin tak ditemukan, memicu dugaan kuat korban tenggelam.

Sejak Selasa pagi pukul 09.00 WIB, operasi pencarian besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, Damkar Kabupaten Lampung Utara, aparat kecamatan, hingga masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat juga turun langsung memantau proses pencarian, di antaranya Camat Abung Barat Wartoni, Camat Abung Tengah Kasim, anggota DPRD Lampung Utara Tesa Anggrani, serta unsur pimpinan TNI-Polri.

Koordinator Pos Basarnas, Zian Pajri, mengatakan tim telah menerapkan berbagai metode pencarian, mulai dari penyelaman hingga manuver perahu di titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

“Pukul 14.00 WIB tim melakukan penyelaman. Kemudian pukul 16.00 WIB dilakukan manuver perahu untuk menciptakan gelombang guna memecah tumpukan eceng gondok, dengan harapan korban dapat terangkat ke permukaan,” ujarnya.

Di lapangan, operasi penyelamatan tidak berjalan mudah. Babinsa Koramil 412-07/ABB, Peltu Hendriyanto, mengungkapkan akses menuju lokasi sangat sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga mobilisasi perahu karet mengalami hambatan.

Tak hanya itu, tebalnya gulma eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan waduk menjadi kendala utama dalam proses penyisiran.

“Hingga pukul 17.00 WIB korban belum ditemukan. Karena kondisi mulai gelap dan cuaca tidak memungkinkan, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali Rabu pagi,” kata Hendriyanto.

Sementara itu, keluarga korban bersama warga masih bertahan di sekitar lokasi dengan penuh harap, menunggu kabar dari tim pencarian di tengah suasana duka yang menyelimuti.(DN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *