Rupiah Jebol Rp17.400, BI Perketat Pembelian Dolar: Di Atas US$25 Ribu Wajib Pakai Dokumen

Berita, DKI JAKARTA414 Dilihat

Jakarta — KOMPAS1.id || Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level terendah sepanjang sejarah di kisaran Rp17.400 per dolar Amerika Serikat, memicu langkah cepat dari Bank Indonesia (BI) untuk meredam gejolak pasar.

Merespons tekanan yang terus membesar, BI memperketat aturan transaksi valuta asing dengan memangkas ambang batas pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying) menjadi US$25.000 per orang per bulan.

banner 336x280

Artinya, transaksi di atas nominal tersebut kini wajib disertai bukti kebutuhan riil seperti impor, pendidikan, perjalanan luar negeri, hingga investasi.

Reuters + 1 Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.445 per dolar AS, jauh melewati batas psikologis yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Reuters Sebelumnya, sejak April 2026, BI telah lebih dulu menurunkan batas transaksi valas tanpa underlying dari US$100.000 menjadi US$50.000.

Kini, pengetatan kembali dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas rupiah di tengah derasnya arus permintaan dolar di pasar domestik.

Antara News +1 Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu kombinasi faktor global dan domestik—mulai dari penguatan ekonomi Amerika Serikat, tingginya suku bunga global, ketegangan geopolitik, hingga meningkatnya kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri korporasi.

BI menegaskan kebijakan ini bukan melarang masyarakat membeli dolar, melainkan memastikan transaksi valas benar-benar didasari kebutuhan ekonomi riil, bukan aktivitas spekulatif.

Selain memperketat transaksi domestik, BI juga memastikan intervensi di pasar valas—baik di dalam maupun luar negeri—akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas rupiah yang kini berada di bawah tekanan berat.

Reuters Pelaku pasar menilai langkah ini dapat meredam gejolak jangka pendek, namun penguatan fundamental ekonomi, cadangan devisa, dan koordinasi fiskal-moneter tetap menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah.

 

(Jurnalis Joepin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *