Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Batasi Pembelian Valas hingga US$25 Ribu per Bulan

Berita, Nasional348 Dilihat

Jakarta Kompas1.id
— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.400 per dolar AS dalam perdagangan terbaru. Pelemahan ini mendorong Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan pembelian valuta asing (valas), khususnya dolar AS, oleh individu.

Dalam kebijakan terbarunya, BI menetapkan batas maksimal pembelian dolar AS sebesar US$25.000 per bulan per nasabah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan permintaan valas di pasar domestik yang meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

banner 336x280

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dolar dipicu oleh berbagai faktor eksternal, termasuk penguatan ekonomi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga global, serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan dunia. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

“Pembatasan ini bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan untuk memastikan permintaan valas tetap sehat dan tidak bersifat spekulatif,” ujar perwakilan BI dalam keterangan resminya.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari dalam negeri, seperti meningkatnya kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri oleh korporasi. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan tekanan ganda pada mata uang Garuda.

Kebijakan pembatasan pembelian dolar ini berlaku bagi transaksi di perbankan dan money changer resmi. Nasabah yang ingin membeli valas dalam jumlah besar diwajibkan menyertakan dokumen pendukung yang menunjukkan tujuan penggunaan dana secara jelas, seperti untuk keperluan pendidikan, perjalanan, atau investasi luar negeri.

Pelaku pasar menilai kebijakan ini dapat membantu meredam gejolak jangka pendek, namun tidak serta-merta menjadi solusi permanen. Ekonom menekankan pentingnya langkah lanjutan seperti intervensi pasar, penguatan cadangan devisa, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying dolar yang justru dapat memperburuk kondisi nilai tukar. BI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah tambahan jika tekanan terhadap rupiah berlanjut.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas rupiah dapat terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.Jurnalis Joepin

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *