Penataan Humanis Eks Pasar Darurat Sorogenen, Pemkot Pekalongan Pastikan Pedagang Dapat Tempat Layak

Berita, Daerah393 Dilihat

KOMPAS1.ID
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berupaya menata ruang publik secara tertib, nyaman, dan tetap berpihak pada masyarakat. Hal ini terungkap dalam kegiatan penertiban dan penataan pedagang di eks Pasar Darurat Sorogenen yang berlangsung secara humanis, Selasa (5/5/2026).

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokompim) Kota Pekalongan, Tubagus M. Sadaruddin, di sela-sela kegiatan tersebut menegaskan bahwa langkah penataan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi Taman Sorogenen sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

banner 336x280

“Penataan ini bukan semata-mata penertiban, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan solusi terbaik bagi para pedagang sekaligus mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman,” ujar Tubagus.

Sebagaimana diketahui, kawasan Taman Sorogenen dan Taman Patiunus sebelumnya difungsikan sebagai pasar darurat pascakebakaran Pasar Banjarsari. Kebijakan tersebut diambil Pemkot Pekalongan agar para pedagang tetap dapat beraktivitas dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Seiring dengan telah beroperasionalnya kembali Pasar Banjarsari dan mulai ditempatinya oleh para pedagang, maka fungsi kedua taman tersebut kini dikembalikan sebagaimana mestinya. Penataan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot dalam menciptakan wajah kota yang lebih tertib, indah, dan nyaman bagi seluruh warga.

Tubagus menyebut, berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat sekitar 74 pedagang yang sebelumnya berjualan di area trotoar dan bahu jalan di sekitar Taman Sorogenen. Pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) telah menyiapkan solusi relokasi ke sejumlah pasar yang dinilai lebih representatif, yakni Pasar Podosugih, Pasar Anyar, dan Pasar Kraton.

“Di lokasi yang baru, para pedagang akan mendapatkan tempat yang lebih layak, aman, dan tentunya lebih tertata. Ini penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun tetap sesuai dengan aturan dan kenyamanan bersama,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan penataan ini, Pemkot Pekalongan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Dindagkop-UKM, Satpol P3KP, Dinas Perhubungan, Trantib Pasar, hingga dukungan dari Polres Pekalongan Kota dan Kodim 0710/Pekalongan. Sinergi ini memastikan proses penataan berjalan tertib, aman, dan kondusif.

Pemkot juga menegaskan bahwa seluruh proses telah dilakukan secara prosedural dan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Sebelumnya, para pedagang telah menerima beberapa kali surat peringatan agar melakukan relokasi secara mandiri. Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan guna memberikan pemahaman dan solusi terbaik bagi para pedagang,”tegasnya.

Pihaknya berharap para pedagang dapat terus menjalankan usaha secara baik dan layak di lokasi yang telah disediakan, sekaligus bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan kota serta kondusivitas wilayah,”harapnya.

“Dengan penataan yang humanis dan terencana ini, kami optimistis, Kota Pekalongan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi ruang publik dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga Kota Pekalongan semakin nyaman, tertib, dan berdaya saing.

Sementara itu, salah satu pedagang ikan laut di eks Pasar Darurat Sorogenen, Kundriyah, menyampaikan bahwa dirinya telah berjualan sejak awal pasar darurat tersebut dibuka. Ia berharap proses relokasi dapat berjalan semakin jelas dan memudahkan para pedagang.

“Saya sudah berjualan di sini sejak pasar darurat ini ada. Harapannya ke depan, penempatan di lokasi baru bisa semakin jelas dan memudahkan kami untuk berjualan kembali,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya sempat mengikuti proses pendataan, namun masih menunggu kepastian lokasi berjualan.

“Saya sudah ikut didata, mungkin karena waktu itu saya tidak selalu di lokasi, jadi masih menunggu informasi lanjutan. Sebab, Saya jualannya sore, mungkin ketika petugas mendata, Saya belum ada di lokasi. Semoga segera ada kejelasan,” imbuhnya.

Meski demikian, Kundriyah tetap berharap pemerintah dapat terus mendampingi para pedagang selama proses relokasi berlangsung agar usaha mereka tetap berjalan dengan baik.

“Kami berharap pemerintah terus mendampingi kami selama proses relokasi, supaya kami tetap bisa berjualan dengan nyaman dan usaha kami tetap berjalan,”tukasnya.

Jurnalis Mulyoko

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *