*_Masih banyak di antara kita yang menjadikan agama_ ( _hanya) sebagai simbol,

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari

“Maka hadapkanlah wajahmu untuk agama ini (Islam) sesuai dengan kecenderungan alami menurut fitrah Allah yang Dia telah ciptakan manusia atasnya (agama). Itulah Agama yang lurus, namun sebagian besar manusia tidak mengetahui.” (QS al-Ruum [30]: 30).

Kadang kita tidak sadar bahwa nilai-nilai keagamaan begitu penting dalam hidup ini. Keseimbangan dan kesentosaan hidup akan tercipta tatkala setiap manusia menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam kesehariannya secara konsisten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapi, realitas hidup membuktikan masih banyak di antara kita yang menjadikan agama (hanya) sebagai simbol, bukan esensi diri. Alhasil, kerap kita temui fenomena kekerasan, keserakahan, diri egoistik, ketidakpedulian, disintegritas diri, dan disorientasi hidup di tengah bebalnya kehidupan era modernitas ini.

Intinya, banyak manusia kehilangan esensi diri sehingga dengan mudah menggadaikan kehidupannya kepada nafsu keserakahan. Hubungan dengan sesama manusia pun ketika berinteraksi dan bersosialisasi tidak dipedulikan. Filosofi hidup “asal gue senang” begitu diagungkan dan menjadi sumber konflik yang tak berujung dengan siapa pun.

Entah itu dengan tetangga kita, para karyawan, bos, kolega bisnis, atau dengan sahabat kita sekalipun. Dalam bahasa lain, kita, sedemikian menjauh dan malas menerapkan nilai-nilai agama dalam wujud praktikal keseharian.

Apabila setiap manusia berpegang teguh pada suara hatinya yang bersih (nurani), dia akan menyuarakan kebenaran dan kesucian, karena hal itu merupakan fitrah Allah. Agama — dalam konteks etika dan moral — posisinya sama dengan asal muasal suara kebenaran dan kesucian.

Baca Juga:  Kepala Desa Malasari Dampingi Khitan Massal Anak pada Hari Anak Nasional 2026

Ketika seseorang tetap memegang teguhnya, maka dia akan mengejawantahkan perilaku yang baik, mulia, agung, dan luhung. Dalam Islam, inilah yang disebut dengan akhlak karimah.

Prof Nurcholis Madjid dalam “Masyarakat Religius” (2010: 90), mengatakan, agama bukanlah sekadar tindakan ritual seperti shalat dan berdoa semata. Lebih jauh dari itu, agama merupakan keseluruhan perilaku umat manusia yang dilakukan demi memperoleh ridha Tuhan, di mana perilaku tersebut membentuk keutuhan dirinya sebagai makhluk berbudi luhur (akhlak karimah).

Agama yang menghasilkan nilai, etika, dan moralitas, sangat berperan dalam membentuk karakter diri seseorang. Karena itu, di tengah karut-marut kondisi yang menimpa bangsa ini, sesungguhnya kita sangat memerlukan kehadiran pemimpin yang berkarakter alias berbudi luhur.

Kita juga memerlukan cerdik cendikia, pengusaha, legislator, birokrat, aparat, dan tokoh masyarakat yang berbudi luhur. Mereka menjadikan nilai Agama sebagai sumber suara kebenaran yang diimplementasikan secara praktis ke dalam wujud integritas diri, kejujuran, keberanian, kesadaran moral dan konsistensi memperjuangkan keadilan.

Dalam bahasa psikologi, perilaku baik erat kaitannya dengan “empati”, yakni merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati tentu harus kita tampilkan dengan ketulusan.

Wallahu a’lam bishshawwab.

Met weekend…smg Allah selalu berikan ketenangan jiwa, kebahagiaan dan senantiasa menjaga diri kita dari ketergelimciran langkah di kehidupan dunia ini..

Salam takjim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Berita ini 226 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru