Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Nilainya tidak main-main, Hampir Rp1,5 triliun Digelontorkan hanya untuk perbaikan fasilitas Pendidikan sepanjang 2025.

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Jawa Barat kembali jadi sorotan nasional. Provinsi ini resmi menjadi wilayah dengan alokasi revitalisasi sekolah terbesar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Nilainya tidak main-main, hampir Rp1,5 triliun digelontorkan hanya untuk perbaikan fasilitas pendidikan sepanjang 2025.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq saat melakukan kunjungan kerja ke Majalengka. Ia menegaskan bahwa besarnya anggaran bukan tanpa alasan. Jawa Barat memiliki jumlah sekolah yang sangat banyak, dan sebagian besar membutuhkan perbaikan serius.

Tak hanya itu, pemerintah pusat kini menaikkan target secara drastis. Pada 2026, sebanyak 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia akan direvitalisasi. Anggaran yang disiapkan pun melonjak tajam, diperkirakan mencapai Rp80 hingga Rp90 triliun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan anggaran ini langsung memicu perhatian publik. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya besar pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional yang selama ini terkendala fasilitas minim dan bangunan rusak.

Baca Juga:  Mulai 1 Juli 2026: Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah, Langkah Babat Penipuan atau Risiko Baru?

Di balik angka fantastis tersebut, Kabupaten Majalengka muncul sebagai daerah yang paling diuntungkan. Sebanyak 323 sekolah telah diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi. Jumlah ini menjadikan Majalengka sebagai salah satu daerah dengan usulan terbanyak di Jawa Barat.

Rinciannya pun cukup mencolok. Sekolah dasar mendominasi dengan 221 unit, disusul 63 SMP dan 39 PAUD. Data ini menunjukkan bahwa persoalan fasilitas pendidikan di tingkat dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa pengusulan dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Bahkan, sekolah-sekolah yang sempat viral karena kondisi memprihatinkan kini masuk dalam prioritas penanganan. Program ini ditargetkan terus berjalan hingga 2029, dengan total 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia akan diperbaiki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA, Tujuh Sekolah Jalani Validasi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:51 WIB

**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak

Berita Terbaru