Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA, Tujuh Sekolah Jalani Validasi

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus – KOMPAS1.id || Setelah sempat vakum cukup lama, Program Adiwiyata di Kabupaten Tanggamus kembali digiatkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus saat ini tengah melakukan validasi lapangan terhadap sekolah-sekolah yang mengajukan penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2026.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanggamus, Gunawan, mewakili Kepala DLH Tanggamus Kemas Amin Yuspi, mengatakan antusiasme sekolah untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi.

“Saat ini sudah ada 186 sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang mendaftar pada aplikasi SIDIA (Sistem Informasi Adiwiyata). Namun rata-rata masih dalam proses registrasi dan mempelajari lebih dalam mengenai Program Adiwiyata,” kata Gunawan, Sabtu, 13 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan kata dia, sekolah yang sudah menjalankan program dan mengajukan penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Tanggamus berjumlah tujuh sekolah.

Adapun tujuh sekolah yang telah menjalani proses validasi lapangan oleh tim DLH yakni SDN 1 Way Jaha, SMPN 2 Pugung, SD Fransiskus Gisting, SDN 3 Gisting Atas, SD IT Teladan Kotaagung, SMPN 1 Gisting, dan SMPN 1 Sumberejo.

Gunawan menjelaskan, dalam proses penilaian terdapat 24 indikator yang terbagi dalam empat komponen utama, yakni kebijakan sekolah, proses pembelajaran, kegiatan berbasis partisipasi, serta sarana dan prasarana pendukung.

“Masing-masing indikator harus mencakup lima aspek utama, yaitu kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi air, serta penghematan dan konservasi energi,” ujarnya.

Dari hasil verifikasi dan evaluasi sementara, sebagian besar sekolah dinilai telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki.

“Ada beberapa sekolah yang secara praktik sudah menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Namun secara administrasi dan dokumentasi masih perlu diperbaiki lagi,” ungkap Gunawan.

Ia juga menyebutkan, beberapa sekolah berpotensi meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tanggamus.

“Iya, sudah ada beberapa nama sekolah yang berpotensi menerima predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten,” katanya.

Menurut Gunawan, Program Adiwiyata mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur di lingkungan sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan hingga komite sekolah.

Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi DLH adalah menghidupkan kembali pemahaman masyarakat sekolah terhadap esensi Program Adiwiyata setelah lama tidak berjalan.

Baca Juga:  Momentum Harlah ke-92 GP Ansor sinergi Bangun Kabupaten Bandung Berdikari

“Program Adiwiyata di Tanggamus sudah vakum cukup lama sehingga banyak yang belum paham apa itu Adiwiyata dan manfaatnya. Selain itu masih ada anggapan bahwa Adiwiyata hanya lomba sarana prasarana, sehingga sekolah khawatir akan biaya yang harus dikeluarkan,” jelasnya.

Padahal, lanjut Gunawan, inti dari Program Adiwiyata bukan sekadar mempercantik lingkungan sekolah.

“Yang terpenting adalah bagaimana pendidikan dan edukasi terkait lingkungan hidup dapat diberikan kepada peserta didik serta membudayakan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungannya,” tegasnya.

Ke depan, DLH Tanggamus akan terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah peserta. Bagi sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Kabupaten, akan didorong untuk mengikuti penilaian pada jenjang yang lebih tinggi.

“Sekolah yang menerima predikat Adiwiyata Kabupaten akan kami coba dorong dan usulkan ke level penghargaan nasional. Sedangkan sekolah lainnya tetap akan kami lakukan pembinaan,” ujarnya.

Terkait target tahun 2026, Gunawan mengatakan fokus utama DLH adalah memperkenalkan kembali Program Adiwiyata ke seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Tanggamus.

“Target tahun ini adalah menghidupkan dan mengenalkan kembali Program Adiwiyata ke seluruh jajaran satuan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Tanggamus,” katanya.

Untuk memastikan budaya peduli lingkungan tidak hanya muncul saat penilaian berlangsung, DLH akan melakukan pemantauan secara rutin terhadap program yang telah disusun sekolah.

“Kami tetap melakukan pemantauan terhadap aksi dan kegiatan rutin yang sudah termuat dalam rencana program satu tahun maupun empat tahunan masing-masing sekolah. Dengan begitu, budaya peduli lingkungan diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat penilaian,” tuturnya.

DLH juga membuka peluang memberikan apresiasi bagi sekolah yang menunjukkan komitmen terbaik dalam menjaga lingkungan.

“Ada rencana pemberian apresiasi, namun bentuknya masih akan dikaji dan didiskusikan bersama tim pembina Adiwiyata tingkat kabupaten,” kata Gunawan.

Ia berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Tanggamus yang terlibat dalam Program Adiwiyata sehingga mampu mencetak generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Harapannya semakin banyak sekolah yang menjalankan Program Adiwiyata sehingga tercipta generasi muda yang peduli terhadap lingkungan hidup, baik dari aspek kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, penghematan air, penghematan energi, maupun pelestarian keanekaragaman hayati,” pungkasnya.(Akmaluddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Polemik SPMB Jabar 2026: Gangguan Sistem Direspons dengan Penonaktifan Kepala UPTD Tikomdik
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat
Bapenda Bedas Run Digelar, Bupati Ajak Warga Taat Pajak untuk Pembangunan
Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Lampung Utara Gelar Bakti Religi di Masjid, Gereja dan Wihara
Bapenda Bedas Run Digelar, Bupati Ajak Warga Taat Pajak untuk Pembangunan
POLRES OGAN ILIR BERSAMA POLSEK MUARA KUANG GELAR PRESS RELEASE PENGUNGKAPAN KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA, TERUNGKAP MOTIF PELAKU NEKAT HABISI KORBAN*
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Jadi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi MBG
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:18 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44 WIB

Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA, Tujuh Sekolah Jalani Validasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:31 WIB

Polemik SPMB Jabar 2026: Gangguan Sistem Direspons dengan Penonaktifan Kepala UPTD Tikomdik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:59 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lampung Utara Bersihkan Masjid, Gereja dan Wihara Perkuat Toleransi Umat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:58 WIB

Bapenda Bedas Run Digelar, Bupati Ajak Warga Taat Pajak untuk Pembangunan

Berita Terbaru