PROYEK GI PLN DI JEPARA MENUAI KONTROVERSI: Lahan Bengkok & Kawasan Pangan Diduga Dialihfungsi Secara Opaque

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – KOMPAS1.id || Pembangunan Gardu Induk (GI) milik PT PLN di Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, kini menjadi sorotan tajam publik.

Proyek strategis ini memicu kemarahan dan pertanyaan besar warga, lantaran diduga kuat berdiri di atas tanah bengkok atau aset desa (bondo desa) yang secara status merupakan kawasan pertanian pangan.

Fakta ini membuat masyarakat kebingungan, bagaimana bisa lahan yang seharusnya menjadi aset produktif untuk kesejahteraan desa dan kawasan lindung pertanian, berubah fungsi menjadi instalasi listrik bertegangan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses perizinan dan alih fungsi lahan ini dinilai sangat tidak transparan, sehingga memunculkan keraguan mendalam terkait legalitas dan prosedur hukum yang digunakan.

Warga Tolak Mentah-mentah: Lokasi Berbahaya di Tengah Pemukiman

Selain sengketa status tanah, masyarakat juga menolak keras keberadaan proyek tersebut karena dinilai sangat mengancam keselamatan.

Lokasi pembangunan yang berada tepat di tengah padatnya perumahan warga dinilai sangat tidak tepat dan berisiko tinggi.

“Sejak awal kami memang menolak. Alasannya sederhana, lokasinya berada tepat di lingkungan perkampungan padat penduduk,” tegas salah satu warga.

Baca Juga:  Air Hujan Solusi Masa Depan: 58 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Dalami Teknologi ISLAH dan Elektrolisis di Sekolah Air Hujan Banyu Bening

Kekhawatiran utama warga adalah potensi bahaya dari instalasi bertegangan ekstra tinggi tersebut. Keberadaan GI di tengah pemukiman dianggap sangat mengganggu kenyamanan dan membahayakan nyawa warga sekitar.

“Saya sangat takut. Ini bangunan bertegangan tinggi, risikonya besar sekali. Apalagi posisinya ada di tengah-tengah pemukiman. Sangat mengancam keselamatan kami,” tambahnya.

Masyarakat Tuntut Transparansi dan Keadilan Diketahui, tanah bengkok adalah aset desa yang pengelolaannya menjadi hak penuh desa untuk kemakmuran bersama.

Statusnya sebagai kawasan tanaman pangan pun seharusnya memiliki perlindungan hukum yang kuat agar tidak mudah dialihfungsikan menjadi bangunan non-pertanian.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait turun tangan memberikan penjelasan rinci.

Mereka menuntut kejelasan bagaimana izin penggunaan lahan tersebut bisa diterbitkan, serta mempertanyakan apakah aspek keselamatan dan studi dampak lingkungan benar-benar dilakukan secara serius sebelum proyek berjalan.

Hingga saat ini, warga masih menunggu keadilan dan solusi konkret terkait nasib aset desa yang kini telah terbangun, serta jaminan rasa aman yang selama ini mengganjal di hati.

(Mr. Bien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru