​Kedaulatan Dirgantara di Persimpangan: Antara “Blanket Clearance” AS dan Peringatan Beijing

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
​JAKARTA 20 April 2026 – Langit khatulistiwa kini tengah menjadi panggung ketegangan geopolitik yang baru. Isu permintaan izin melintas wilayah udara secara menyeluruh atau blanket overflight clearance oleh militer Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia telah memancing reaksi keras dari raksasa Asia, Tiongkok.

​Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, Beijing melayangkan peringatan serius. Pihaknya menilai bahwa pemberian izin istimewa tersebut bukan sekadar urusan teknis penerbangan, melainkan sebuah preseden yang berpotensi melanggar Piagam ASEAN. Poin utamanya adalah menjaga kawasan Asia Tenggara tetap menjadi zona damai, bebas, dan netral tanpa keberpihakan pada kekuatan militer eksternal secara berlebihan.

Baca Juga:  Dua Kapal Angkatan Laut China Qi Jiguang dan Kunlun Shan Mulai Kunjungan Persahabatan di Surabaya

​Bagi Indonesia, ini adalah dilema diplomasi tingkat tinggi. Di satu sisi, kerja sama pertahanan dengan Washington merupakan bagian dari modernisasi kekuatan udara, namun di sisi lain, menjaga harmoni dengan tetangga regional dan mitra ekonomi seperti Tiongkok adalah keharusan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apakah Indonesia akan tetap pada prinsip “Bebas Aktif” dengan menolak supremasi udara asing, atau justru ini menjadi titik balik baru dalam peta aliansi pertahanan di Indo-Pasifik? Satu yang pasti, setiap keputusan yang diambil di atas meja perundingan ini akan menentukan arah kedaulatan dirgantara Indonesia untuk dekade mendatang.
BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun
Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun
‎AMPAS Kritik Keras Pemda dan KONI Aceh Singkil, Enam Atlet Silat ke Malaysia Malah Dibiayai Patungan Orang Tua
🎉 HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA
HARI JADI KOMPAS1.ID: TETAP DI SISI MASYARAKAT, HADIR BUKAN HANYA INFORMASI, TAPI JUGA KEPEDULIAN
HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA
HARI JADI KOMPAS1.ID: PIMPINAN REDAKSI BAGIKAN 100 PAKET SANTUNAN UNTUK ANAK YATIM, LANSIA, DAN JANDA
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia

Jumat, 25 September 2026 - 06:15 WIB

Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun

Jumat, 25 September 2026 - 06:06 WIB

Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun

Jumat, 25 September 2026 - 05:59 WIB

‎AMPAS Kritik Keras Pemda dan KONI Aceh Singkil, Enam Atlet Silat ke Malaysia Malah Dibiayai Patungan Orang Tua

Jumat, 25 September 2026 - 05:05 WIB

🎉 HARI JADI KOMPAS1.ID: KABIRO KUNINGAN BAGIKAN 50 PAKET SEMBAKO KEPADA LANSIA DAN JANDA

Berita Terbaru