Emas yang Terasa Sunyi: Ironi Pahlawan Powerlifting Indonesia di Panggung Dunia

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Ada momen yang membekukan dada ketika Indonesia Raya berkumandang di Himeji, Jepang, dalam ajang Asian Powerlifting Federation 2025. Di atas podium tertinggi, seorang atlet berdiri tegap—medali emas di dada, Merah Putih di punggung.

Namun di balik senyum kaku dan dada yang membusung, tersembunyi sesuatu yang tidak pernah terekam kamera: rasa kecewa yang lebih berat daripada beban apa pun di arena kompetisi.

Prestasi Besar yang Tidak Pernah Seimbang dengan Apresiasi Bagi atlet powerlifting, ratusan kilogram besi mungkin terasa ringan dibandingkan beratnya kenyataan bahwa perjuangan mereka kerap tidak terdengar di tanah air. Bertahun-tahun disiplin, pengorbanan, dan pengabdian seakan menguap tanpa gema.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto-foto kemenangan itu justru memperlihatkan kontras yang menyayat:

sebuah kebanggaan nasional di satu sisi, tapi di sisi lain ada tatapan yang mencerminkan perjuangan sunyi—tentang biaya keberangkatan yang harus dicari sendiri, fasilitas latihan ala kadarnya, atau janji apresiasi yang entah menguap ke mana.

Mengapa Negeri Ini Terus Membiarkan Pahlawan Berjuang Sendirian?

Kita sering baru “mengenal” atlet ketika medali sudah tergantung di leher mereka.

Kita ramai merayakan kemenangannya, namun diam pada luka-luka proses yang mereka lalui.

Powerlifting bukan olahraga populer. Tidak glamor. Tidak diliput besar-besaran.

Baca Juga:  Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas

Namun mereka mengangkat nama bangsa setinggi-tingginya—kadang tanpa pelatih tetap, tanpa dukungan finansial memadai, tanpa jaminan masa depan yang pasti.

Setiap medali emas adalah investasi martabat bangsa. Ironisnya, negara sering kali menempatkan atlet sebagai penumpang, bukan aset.

“Medali ini berat, tapi lebih berat lagi ketika saya pulang tanpa kepastian apa pun.”

Kalimat ini—meski imajiner—terdengar begitu nyata bagi banyak atlet yang prestasinya tak sebanding dengan penghargaan yang diterima.

Menolak Lupa pada Keringat yang Membawa Nama Indonesia ke Puncak Tulisan ini bukan sekadar kritik. Ini pengingat keras. Bahwa pujian di kolom komentar tidak bisa dibelanjakan untuk vitamin, nutrisi, atau sepatu latihan.

Bahwa euforia sesaat tidak akan membayar proses panjang yang membuat seseorang berdiri di podium tertinggi Asia.

Kekecewaan para atlet bukan keluhan personal. Ia adalah alarm. Alarm bahwa tata kelola olahraga kita pincang—bahwa cabang olahraga non-populer sedang ditinggalkan meski konsisten menyumbang medali.

Jangan biarkan emas mereka memudar karena rasa kecewa.Jangan biarkan pahlawan besi ini merasa tidak diingat oleh negeri yang namanya mereka harumnya di luar negeri.

Sudah saatnya “Keadilan Sosial bagi Seluruh Atlet Indonesia” benar-benar ditegakkan, bukan hanya menjadi jargon yang dibacakan saat upacara.

 

Reporter: Bob Hariawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*SI JAGO MERAH LALAP GUDANG MAJUN DI MARGAASIH POLISI & DAMKAR BERJIBAKU 2 JAM PADAMKAN API*
JADWAL PRAMUSIM PERSIB – PIALA PRESIDEN 2026 🔥
Polres Garut Pastikan Upacara Adat Larung Saji Rancabuaya Berjalan Aman dan Kondusif
Tangkap Dua Pengedar di Ciwalen, Satresnarkoba Polres Garut Amankan 60 Butir Obat Psikotropika
Cegah Karhutla, Polsek Cikijing Pasang Spanduk Peringatan: Membakar Lahan Disengaja Dapat Dipidana
Pecah! Gebyar Muharam 1448 H Ponpes Hudan Garut: Khitanan Massal, Bazar Gratis hingga Pawai Meriah
Pimpinan dan Seluruh Jajaran Redaksi Kompas1.id Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya Dai Kondang KH Asep Muba
Dwie Labiba Munira Raih Juara 1 pada Ajang Grand Final Duta FISIP UNJANI
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:10 WIB

*SI JAGO MERAH LALAP GUDANG MAJUN DI MARGAASIH POLISI & DAMKAR BERJIBAKU 2 JAM PADAMKAN API*

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:28 WIB

JADWAL PRAMUSIM PERSIB – PIALA PRESIDEN 2026 🔥

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polres Garut Pastikan Upacara Adat Larung Saji Rancabuaya Berjalan Aman dan Kondusif

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:33 WIB

Tangkap Dua Pengedar di Ciwalen, Satresnarkoba Polres Garut Amankan 60 Butir Obat Psikotropika

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:29 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Cikijing Pasang Spanduk Peringatan: Membakar Lahan Disengaja Dapat Dipidana

Berita Terbaru

Olahraga

JADWAL PRAMUSIM PERSIB – PIALA PRESIDEN 2026 🔥

Minggu, 12 Jul 2026 - 10:28 WIB