ANGIN PUTING BELIUNG PORAK-PORANDAKAN TALANG JAWA DAN PASAR SIMPANG, PEMERINTAH DIANGGAP LAMBAN

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Selatan – KOMPAS1.id || Bencana angin puting beliung disertai hujan lebat menerjang Desa Talang Jawa, Kecamatan Simpang, Kabupaten OKU Selatan. Terjangan angin kencang itu mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon kelapa dan pohon jengkol.

Tidak hanya di Desa Talang Jawa, dampak bencana juga meluas hingga kawasan Pasar Simpang. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak berat, sementara tiang listrik roboh dan jaringan kelistrikan terganggu, menambah risiko bagi keselamatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan Tim Jurnalis Maestro Indonesia (JMI), kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Banyak rumah belum tersentuh penanganan, pohon tumbang masih menutup area pemukiman, serta tiang listrik yang roboh belum dievakuasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, di tengah kondisi darurat tersebut, warga mengeluhkan belum adanya langkah konkret dari pihak pemerintah, khususnya di Desa Talang Jawa. Hingga saat ini, penanganan dinilai minim, sementara masyarakat harus bertahan secara mandiri di tengah kerusakan yang terjadi.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Pimpin Sertijab Kabid TIK dan 13 Kapolres, Langkah Penyegaran Organisasi dan Peningkatan Pelayanan

“Kami butuh bantuan cepat, bukan sekadar menunggu. Ini sudah darurat,” ungkap salah satu warga.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap kesiapsiagaan pemerintah desa maupun kecamatan dalam merespons bencana. Keterlambatan penanganan dinilai dapat memperparah kondisi warga serta meningkatkan risiko keselamatan, terutama akibat tiang listrik yang roboh dan material bangunan yang masih berserakan.

Tim JMI mendesak pemerintah Desa Talang Jawa, Kecamatan Simpang, hingga Pemerintah Kabupaten OKU Selatan untuk segera turun tangan melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa respons cepat, maka bukan hanya kerugian material yang bertambah, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Bencana ini menjadi ujian nyata bagi kehadiran negara di tengah masyarakat. Warga kini menunggu aksi nyata, bukan sekadar janji.

 

 

 

Sumber / dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru