“SULTAN TIDORE GERAM.! KONFLIK HALTENG MELEDAK, KAPOLDA MALUT DITANTANG TANGKAP PELAKU DAN JANGAN BIARKAN DAERAH TERBAKAR!”

Berita291 Dilihat

Kompas1.id
Maluku Utara — 3 April 2026 – Situasi memanas akibat konflik antara Desa Banemo dan Desa Sinenpope, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, menuai reaksi keras dari Sultan Tidore, Husain Alting Sjah. Ia secara tegas memperingatkan seluruh masyarakat agar tidak terpancing provokasi yang dapat memperluas konflik.

Dalam pernyataannya, Sultan menekankan bahwa kondisi saat ini sangat rawan dan bisa membesar jika tidak segera dikendalikan. Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan isu liar yang dapat memperkeruh keadaan.

banner 336x280

“Jangan biarkan emosi menguasai. Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa meluas dan merugikan semua pihak,” tegas Husain Alting Sjah.

Tak hanya kepada masyarakat, Sultan juga melontarkan tekanan keras kepada aparat keamanan. Ia menuntut langkah cepat, tegas, dan tanpa kompromi dari TNI-Polri dalam meredam situasi.

Sorotan utama diarahkan kepada Waris Agono.
Sultan secara terbuka menantang aparat untuk tidak lamban dan segera menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Jangan ada pembiaran! Aparat harus hadir, harus tegas, dan harus bertindak sekarang juga. Pelaku harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya!”

Menurutnya, jika tidak ada tindakan nyata, konflik berpotensi membesar dan mengancam stabilitas wilayah Maluku Utara secara keseluruhan.

Di akhir pernyataan, Sultan kembali mengingatkan bahwa persatuan adalah harga mati.

“Damai itu indah, tapi tidak akan tercipta tanpa ketegasan. Mari jaga Bumi Moloku Kie Raha, jangan biarkan konflik menghancurkan kebersamaan yang sudah terbangun.”

Pernyataan keras ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat dan tokoh adat tidak akan tinggal diam jika konflik terus berlarut tanpa penanganan serius dari aparat.

(Noval).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *