SMPN 1 Parongpong Kembali Banjir , DPRD dan Komite Soroti Lambannya Respons Pemerintah Daerah

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat Kompas1id
Parompong, 24 Oktober 2025 — Musim hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat kembali menyebabkan SMP Negeri 1 Parompong terendam banjir. Setiap kali hujan deras turun, air dari area kebun di belakang sekolah meluap dan masuk ke lingkungan sekolah, membanjiri ruangan kantor

ruang pramuka, serta beberapa area lainnya.
Ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter, mengganggu kegiatan belajar mengajar dan membuat sejumlah fasilitas sekolah rusak. Ironisnya, peristiwa serupa telah berulang kali terjadi dari tahun ke tahun.
Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali melaporkan kejadian ini kepada Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, namun hingga kini belum ada langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Fraksi PKB, H. Ade Wawan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menerima laporan langsung dari staf sekolah yang sedang piket ketika banjir melanda sekolah.
“Setiap kali hujan turun, air dari kebun belakang sekolah masuk ke ruangan dan menyebabkan banjir. Ini bukan kejadian baru, tapi sudah sering terjadi,” ujar H. Ade Wawan.
“Kami juga mendapat informasi bahwa pihak sekolah sudah melapor ke pemerintah daerah, Kabupaten Bandung Barat, tapi sampai sekarang belum ada respon. Padahal ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan belajar siswa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ade Wawan mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa membahayakan struktur bangunan sekolah. Jika terus dibiarkan, bagian belakang sekolah yang sering tergerus air dikhawatirkan bisa roboh dan menimpa siswa saat kegiatan belajar berlangsung.
“Kalau hujan deras, dinding atau benteng di belakang sekolah bisa saja ambruk. Ini harus segera ditangani. Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegasnya.
Tidak hanya pihak sekolah, Komite Sekolah SMPN 1 Parompong juga telah melaporkan persoalan ini ke pihak terkait, namun hingga kini belum ada penanganan nyata di lapangan.
“Komite sekolah juga sudah ikut melapor, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami sangat berharap pemerintah daerah lebih peka terhadap situasi seperti ini,” ujar salah satu anggota komite.
Ade Wawan menutup dengan imbauan tegas agar pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi sejak dini, memperbaiki sistem drainase di sekitar sekolah, dan menata ulang aliran air dari area kebun belakang.
“Pemerintah harus tanggap sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Naudzubillah min dzalik, jangan sampai ada korban baru kemudian bergerak,” pungkasnya.

Andri  Irpan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru