Tepis Isu Tak Terjamah Bantuan, GAPKI dan Perangkat Desa Kayu Menang Bongkar Fakta Abdul Padang: Pernah Jual Rumah Bantuan

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


03 Mei 2026 Gabungan Aliansi Putra Putri Kelahiran Kayu Menang Indonesia (GAPKI) mengecam keras pemberitaan media online yang menyebut adanya warga Aceh Singkil, Abdul Padang, tinggal di gubuk reyot karena tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

‎GAPKI menilai narasi tersebut menyesatkan dan tidak berimbang.

‎Ketua GAPKI, Sabri Sinaga, menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar pada 1 Mei 2026 tersebut telah melukai hati masyarakat Desa Kayu Menang dan menciptakan kegaduhan publik.

‎Ia menuding pihak media mengabaikan prinsip dasar jurnalistik 5W+1H karena tidak melakukan konfirmasi kepada perangkat desa setempat.

‎“Kami meminta saudara Abdul Padang untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan meminta maaf.

‎Pernyataannya di media sosial tidak menunjukkan empati dan justru menyudutkan Pemerintah Desa Kayu Menang,” ujar Sabri Sinaga, Minggu (3/5/2026).

‎Senada dengan GAPKI, salah satu perangkat Desa Kayu Menang mengungkapkan fakta mengejutkan.

‎Pihak desa mengklaim bahwa Abdul Padang sebenarnya rutin menerima berbagai jenis bantuan, mulai dari BLT hingga hibah lahan.

‎“Tanah sudah dihibahkan Desa, tapi tidak digunakan.

‎Bahkan rumah yang dibangun dari dana bantuan sebelumnya justru dijual oleh yang bersangkutan, katanya untuk membeli sepeda motor,” ungkap perangkat desa tersebut melalui pesan WhatsApp.

‎Keterangan tersebut diperkuat oleh petugas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari PUPR Aceh Singkil.

‎Berdasarkan catatan resmi, Abdul Padang telah menerima bantuan perumahan pada tahun 2021.

‎“Sudah pernah dibantu, bahkan warga menghibahkan tanah secara sukarela.

‎Namun di tengah proses pembangunan, material seperti kusen dan pintu justru dijual olehnya,” kata petugas PUPR, Sabtu (2/5).

‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Kayu Menang melalui GAPKI mendesak adanya pelurusan informasi agar nama baik Desa tidak tercemar oleh narasi kemiskinan yang dianggap sebagai akibat dari kelalaian penerima bantuan itu sendiri.(SB)

Baca Juga:  Polres Metro Bongkar Praktik BBM Oplosan, Dua Pelaku Dan Puluhan Derigen Diamankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JIKA TERBUKTI ADA PELANGGARAN, PERTAMINA DIMINTA COPOT MANAJER, PENGAWAS, DAN OPERATOR SPBU TATELI
LKP MEY Wisuda 28 Peserta, Siap Cetak Tenaga Terampil dan Mandiri
Komisi III DPR RI Diam atau Belum Mendengar? Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari Pertanyakan Nasib Pencari Keadilan in Teguh Riyanto”
Bikers Rendezvous 3 Pecahkan Kemeriahan di Pangandaran, Tangis Haru Warnai HUT ke-60 Panglima Semprul
Meriahnya Bikers Rendezvous 3 di Pangandaran: Tangis Haru Warnai Kejutan Ulang Tahun ke-60 Panglima Semprul
Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo Titik 10.D Semakin Kritis, Pemprov Jatim Kajian Opsi Relokasi Warga
Polres Garut Kerahkan 475 Personel Gabungan dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan, Ciptakan Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif
Bawa Celurit dan Miras Saat Dini Hari, Seorang Pemuda Diamankan Polisi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 05:16 WIB

JIKA TERBUKTI ADA PELANGGARAN, PERTAMINA DIMINTA COPOT MANAJER, PENGAWAS, DAN OPERATOR SPBU TATELI

Senin, 27 Juli 2026 - 04:06 WIB

Komisi III DPR RI Diam atau Belum Mendengar? Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari Pertanyakan Nasib Pencari Keadilan in Teguh Riyanto”

Senin, 27 Juli 2026 - 00:19 WIB

Bikers Rendezvous 3 Pecahkan Kemeriahan di Pangandaran, Tangis Haru Warnai HUT ke-60 Panglima Semprul

Senin, 27 Juli 2026 - 00:14 WIB

Meriahnya Bikers Rendezvous 3 di Pangandaran: Tangis Haru Warnai Kejutan Ulang Tahun ke-60 Panglima Semprul

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:30 WIB

Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo Titik 10.D Semakin Kritis, Pemprov Jatim Kajian Opsi Relokasi Warga

Berita Terbaru