Korban Alami Retak Hidung, Mantan Pejabat Lampura Tetap Melenggang Bebas

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara,|| KOMPAS1.id — Mantan Asisten III Pemkab Lampung Utara, EA (65) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang ibu rumah tangga, SFT (45). Penetapan tersangka itu tertuang dalam Surat Ketetapan No: S.Tap.Tsk/21/XII/RES.1.6/2026/Reskrim tanggal 23 Februari 2026.

Namun lebih dari satu bulan berlalu, EA tak kunjung ditahan. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa mantan pejabat tersebut.

“kebal hukum”.Korban Alami Retak Tulang Hidung, Aktivitas Terganggu Total Penganiayaan yang terjadi pada 26 Desember 2025 itu meninggalkan luka serius. SFT mengalami retak pada tulang rawan hidung, menyebabkan rasa nyeri hebat hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau bersin itu rasanya seperti hidung mau copot, kepala langsung berdenyut tidak tertahankan,” ujar SFT didampingi kuasa hukumnya, Samsi Eka Putra, S.H. dari LBH Awalindo Lampung Utara.

Korban sempat dirawat satu hari satu malam di RS Handayani Kotabumi, namun terpaksa melanjutkan perawatan secara mandiri karena keterbatasan biaya.

Sudah lebih dari tiga bulan, rasa nyeri, pusing, dan gangguan penglihatan masih ia rasakan. “Saya baru beli obat lagi tiga hari lalu sesuai resep dokter THT,” ujarnya.

Pertanyakan Profesionalitas Polres: “Tersangka Masih Jogging dan Live Karaoke”

Baca Juga:  Kasrem 043/Gatam Sambut Tim Wasev Pusterad Tinjau Lokasi TMMD ke-128 Pekon Kalimiring

SFT mengaku kecewa karena meski berstatus tersangka, EA masih bebas beraktivitas seperti biasa.

“Dia masih jogging tiap pagi, jalan-jalan, bahkan live karaoke di TikTok sampai larut malam,” ujar SFT.

Tidak hanya itu, EA disebut kerap mengunggah status WhatsApp yang bernada sindiran dan merendahkan korban.

“Semua sudah saya laporkan ke penyidik, tapi tidak ada tindakan apa pun,” tambahnya.

Menurut SFT, perlakuan “istimewa” ini diduga kuat karena EA merupakan mantan pejabat yang memiliki jaringan dan kekuatan finansial.

“Mungkin karena dia pejabat berpengaruh dan punya uang. Polres seperti takut menahan dia,” ucapnya.

Dugaan “Uang Redam Kasus” Beredar SFT bahkan mengungkap adanya isu bahwa tersangka telah mengeluarkan sejumlah uang untuk menghentikan proses hukum.“Isu itu justru dihembuskan sendiri oleh tersangka,” tegasnya.

Cari Keadilan ke Polda, Kejati, hingga Kejagung Merasa penyidikan di Polres Lampung Utara tidak berjalan objektif, SFT telah mengirimkan surat pengaduan kepada Polda Lampung, Kejaksaan Tinggi Lampung, Kejaksaan Negeri Lampung Utara, bahkan hingga Kejaksaan Agung RI.

Ia berharap lembaga-lembaga tersebut dapat mengambil langkah tegas agar kasus yang menimpa dirinya tidak berhenti di tengah jalan.

 

( Samsir harni )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembatasan Aliran Listrik di Kalimantan Barat Akibat Gangguan PLTU
Ibu Rumah Tangga Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Palabuhanratu
Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan
‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar
Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan
*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*
‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:17 WIB

Pembatasan Aliran Listrik di Kalimantan Barat Akibat Gangguan PLTU

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:13 WIB

Ibu Rumah Tangga Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Palabuhanratu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:31 WIB

‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

Berita Terbaru