KOMPAS1.id || Kegiatan Safari Tarawih Keliling (Tarling) yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka bagi masyarakat. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, dan lurah ini berlangsung di Masjid Al-Amin, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kradenan, Kelurahan Buaran Kradenan, Rabu (4/3/2026) malam.
Safari Tarling merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kota Pekalongan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat dinilai sebagai wujud komitmen mempererat hubungan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aaf mengajak jamaah untuk bersama-sama bergotong royong menuntaskan pembangunan masjid, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Ia berharap forum terbuka seperti ini mampu menjadi sarana efektif menyerap aspirasi warga agar dapat segera ditindaklanjuti demi percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf bersama Wakil Wali Kota Balgis Diab turut menyerahkan bantuan kepada takmir Masjid Al-Amin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan operasional masjid selama Ramadhan.
Sementara itu, Takmir Masjid Al-Amin Buaran Kradenan, Sapto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan daerah. Ia menyambut dengan dua pantun yang disambut tepuk tangan jamaah.
Sapto juga menyinggung keistimewaan malam itu yang bertepatan dengan 15 Ramadhan atau Ayyamul Bidh serta Rabu Kliwon dalam penanggalan Jawa, yang diharapkan menjadi simbol keselarasan niat dalam membangun Kota Pekalongan.
Ia menjelaskan, pembangunan Masjid Al-Amin saat ini telah mencapai sekitar 60 persen dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Masih diperlukan dana kurang lebih Rp2 miliar untuk menyelesaikan pembangunan.
“Alhamdulillah pembangunan sudah 60 persen. Total kebutuhan sekitar Rp4,5 miliar dan masih kurang kurang lebih Rp2 miliar.
Mudah-mudahan prosesnya terus berjalan lancar. Meski belum selesai, jamaah sudah membludak hingga 15 saf. Bahkan ibu-ibu harus tarawih di masjid lama dan TK karena tidak muat,” ungkapnya.
Ia menilai Safari Tarawih tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Semoga Safari Tarawih ini dimaknai bukan sekadar simbolis, tetapi benar-benar menjadi ruang dialog nyata demi kemajuan bersama,” pungkasnya.(Red)













