Siapa yang Peduli dengan Bupati Oyon? ‎Oleh: Surya padli Ketua EK LMND Aceh Singkil

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –

Riuh rendah dinamika politik di Aceh Singkil kembali memunculkan satu pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya peduli dengan Bupati Oyon? Apakah polemik yang berkembang hari ini benar-benar lahir dari kepentingan rakyat, atau sekadar menjadi arena pertarungan elit politik dan para pembisik kekuasaan di sekitar lingkaran kekuasaan?

‎Nama Oyon yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Singkil kerap menjadi bahan diskursus.

‎Namun yang sering luput dari pembahasan adalah substansi bagaimana arah kebijakan daerah, bagaimana nasib petani, nelayan, buruh, pemuda, serta bagaimana masa depan pembangunan di daerah yang kaya sumber daya namun masih berhadapan dengan ketimpangan. Publik seolah disuguhi drama politik, bukan perdebatan gagasan.

‎Sebagai organisasi pergerakan mahasiswa, Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Aceh Singkil memandang bahwa politik tidak boleh direduksi menjadi sekadar adu pengaruh antar-elit.

‎Jika yang terjadi adalah pertarungan elit, maka rakyat hanya menjadi penonton. Jika yang dominan adalah pertarungan pembisik kekuasaan, maka kebijakan akan kehilangan arah ideologis dan keberpihakannya.

‎Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa konflik di sekitar kekuasaan sering kali bukan soal prinsip, melainkan soal akses dan distribusi pengaruh.

‎Kita bisa belajar dari dinamika nasional, misalnya dalam berbagai fase pemerintahan sejak era reformasi, bagaimana tarik-menarik kepentingan di sekitar lingkar kekuasaan kerap lebih menentukan dibanding aspirasi akar rumput.

‎Fenomena ini terlihat sejak masa transisi pasca-Soeharto hingga era pemerintahan Joko Widodo, di mana peran elit partai dan lingkar dalam sering menjadi sorotan publik.

‎Pertanyaannya: apakah pola itu juga sedang terjadi di Aceh Singkil?

‎Jika benar ini hanya pertarungan elit, maka rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa selain instabilitas.

‎Namun jika ini adalah momentum koreksi kebijakan, maka harus ada transparansi dan partisipasi publik yang luas. Demokrasi bukan sekadar prosedur lima tahunan, melainkan proses keterlibatan rakyat dalam menentukan arah pembangunan.

‎EK LMND Aceh Singkil menegaskan bahwa yang paling penting bukan siapa yang paling dekat dengan bupati, bukan siapa yang paling keras bersuara di belakang layar, melainkan siapa yang paling konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

‎Politik daerah harus kembali pada mandat konstitusi: melindungi segenap rakyat dan memajukan kesejahteraan umum.

‎Kami menyerukan agar semua pihak menghentikan praktik politik bisik-bisik yang tidak transparan, Jika ada kritik terhadap kepemimpinan Bupati Oyon, sampaikan secara terbuka dan berbasis data.

‎Jika ada evaluasi terhadap kebijakan, lakukan secara objektif dan partisipatif. Jangan jadikan rakyat sebagai alat legitimasi dalam konflik yang sejatinya hanya soal perebutan pengaruh.

‎Pada akhirnya, pertanyaan “siapa yang peduli dengan Bupati Oyon?” harus dijawab dengan satu hal yang lebih penting adalah siapa yang peduli dengan rakyat Aceh Singkil.

‎Jika elit hanya sibuk bertarung, sementara petani kesulitan pupuk, nelayan kesulitan akses pasar, dan pemuda kesulitan lapangan kerja, maka demokrasi lokal sedang mengalami kemunduran.

‎Politik bukan soal siapa membisikkan apa di telinga penguasa.

‎Politik adalah tentang keberanian berpihak. Dan keberpihakan itu harus jelas, untuk rakyat.

‎Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merah Putih Serentak Berkibar Pemuda Desa Blok VI Baru Sulap Wajah Aceh Singkil Sambut HUT RI ke-81
Hadirnya Jembatan Dua Penghubung Bukti nyata Kepedulian Presiden Prabowo dan Pengabdian TNI untuk Rakyat
MUBES HIPMASIL Ke-X Sukses Digelar Amsyardin Maulana Putra dan Ali Kusuma Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HIPMASIL Periode 2026–2028
Jumat Besok Hidayat Riadi Manik Bakal Dilantik Sebagai Anggota DPRK Aceh Singkil ‎
LMND Desak MPK Aceh Singkil Tinjau Ulang Syarat Beasiswa yang Larang Penerima KIP Kuliah
Sebanyak 17 Pelajar Dari Aceh Singkil Bertarung Di Ajang Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (02SN) Tingkat Provinsi Aceh
Jadwal Penerbangan Bandara Syekh Hamzah Fanshuri 02 Juli ‎Jadwal Penerbangan di Bandara Syekh Hamzah Fansuri
Ketua DPRK H. Amaliun Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Komitmen Polri Layani Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Merah Putih Serentak Berkibar Pemuda Desa Blok VI Baru Sulap Wajah Aceh Singkil Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hadirnya Jembatan Dua Penghubung Bukti nyata Kepedulian Presiden Prabowo dan Pengabdian TNI untuk Rakyat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:45 WIB

MUBES HIPMASIL Ke-X Sukses Digelar Amsyardin Maulana Putra dan Ali Kusuma Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HIPMASIL Periode 2026–2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:53 WIB

Jumat Besok Hidayat Riadi Manik Bakal Dilantik Sebagai Anggota DPRK Aceh Singkil ‎

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:55 WIB

LMND Desak MPK Aceh Singkil Tinjau Ulang Syarat Beasiswa yang Larang Penerima KIP Kuliah

Berita Terbaru