Konten Kontroversial Kreator Asal Cianjur Tuai Kecaman, Berujung Klarifikasi dan Permintaan Maaf

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Seorang kreator konten asal Cianjur, Jawa Barat, yang dikenal dengan nama Mak Mak Daster, menjadi sorotan publik setelah unggahan videonya memicu kontroversi di media sosial.

Dalam konten tersebut, ia memperlihatkan aksi menginjak-injak area kuburan serta menendang papan nisan demi menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton.

Aksi tersebut menuai kecaman keras dari warganet karena dinilai tidak etis dan menyinggung nilai moral serta kepercayaan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang kritik yang membanjiri kolom komentar akhirnya mendorong sang kreator untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui kesalahan, menyatakan penyesalan atas konten yang dibuat, serta berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya.

Baca Juga:  Menjelang Perpisahan dengan Ramadhan: Waktu yang Singkat, Makna yang Mendalam

Dalam klarifikasinya, kreator tersebut juga menjelaskan bahwa kuburan yang digunakan dalam video bukanlah kuburan asli, melainkan properti palsu yang dibuat khusus untuk kebutuhan konten.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Berkarya dan membuat konten tentu sah-sah saja, namun tetap harus memperhatikan adab, etika, serta dampak yang ditimbulkan.

Konten yang baik bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai positif dan edukatif.Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bersama agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru