Nyakli Maop: Generasi Muda Harus Jaga Jati Diri dan Harkat Martabat Bangsa Aceh

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH kompas1.id
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus pegiat media sosial, Razali yang akrab disapa Nyakli Maop mengajak seluruh elemen Bangsa Aceh, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan identitas diri dan sejarah besar tanah kelahirannya.

Menurutnya, pemahaman terhadap jati diri bangsa adalah kunci utama dalam membangun masa depan Aceh yang lebih mulia. Ia mengingatkan kembali kejayaan Aceh di masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, di mana Aceh menjadi pusat perdagangan dunia dan simbol kekuatan Islam di Asia Tenggara.

Nyakli Maop menekankan bahwa identitas Aceh tidak lepas dari nilai-nilai keislaman yang kuat. Ia mengimbau agar sejarah “Indatu” (nenek moyang) tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi menjadi fondasi perjuangan saat ini

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Marilah bangsaku, kita renungkan kembali siapa kita. Mengapa identitas bangsa ini jangan sampai dilupakan? Mari sama-sama kita memperjuangkan agar Aceh ke depan menjadi lebih baik,” ujar Razali.

Baca Juga:  Polres Aceh Singkil Menggelar Apel Siaga Bencana Tahun 2025 di Halaman Mapolres Aceh Singkil

Lebih lanjut, Razali mengingatkan bahwa Bangsa Aceh memiliki andil besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kehormatan dan martabat bangsa yang telah ikut mendirikan fondasi negara ini harus terus dijaga dan dipertahankan.

Selain fokus pada isu identitas, ia juga menyampaikan rasa empati dan doa bagi masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah.

“Semoga saudara-saudara kita yang ditimpa bencana segera mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Kita wajib mempertahankan harkat dan martabat Bangsa Aceh,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Nyakli Maop berharap generasi muda Aceh tetap fokus pada cita-cita para pendahulu dalam menjaga agama dan bangsa.

“Jangan pernah lupakan jati diri. Kita harus fokus pada sejarah Indatu kita dan apa yang telah mereka impikan, agar agama dan bangsa ini tetap terjaga selamanya,” pungkasnya.

Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru