Tradisi Kulineran Pabrik Tempe di Kota Bandung Berdiri Puluhan Tahun Masih Bertahan

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Bandung KOMPAS1.id

Di tengah padatnya aktivitas kawasan Jalan Kopo, Kota Bandung, terdapat sebuah usaha rumahan yang masih mempertahankan tradisi kuliner nusantara. Adalah Pabrik Tempe Bapak Hasan, yang sejak puluhan tahun lalu menjadi salah satu sentra produksi tempe tradisional di wilayah tersebut.

Dengan peralatan sederhana dan tenaga kerja dari warga sekitar, pabrik tempe milik Bapak Hasan setiap harinya mengolah kedelai menjadi tempe berkualitas. Proses produksinya dimulai dari perendaman kedelai semalaman, kemudian direbus hingga setengah matang. Setelah itu kedelai dikupas kulit arinya, dicuci, dan dicampur dengan ragi khusus. Campuran tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan plastik putih, sebelum difermentasi selama dua hari hingga terbentuk tempe padat beraroma khas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bapak Hasan, pemilik pabrik, mengaku telah menekuni usaha ini lebih dari dua dekade. “Saya meneruskan usaha orang tua. Dari dulu tempe selalu dicari orang, jadi sampai sekarang alhamdulillah produksi tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Baca Juga:  Respon Cepat Polsek Singkil, Langsung Gelar Olah TKP Usai Laporan Pencurian Motor di Aceh Singkil
Setiap harinya, pabrik tempe Bapak Hasan mampu memproduksi ratusan bungkus tempe yang kemudian dipasarkan ke pasar tradisional, warung makan, hingga pedagang kaki lima di sekitar Bandung. Tempe buatannya dikenal memiliki tekstur padat dan rasa gurih alami, sehingga banyak dicari oleh para pedagang.

Meski usaha ini telah menghidupi banyak keluarga, tantangan tidak pernah lepas. Fluktuasi harga kedelai impor kerap menjadi hambatan utama. Namun semangat Bapak Hasan tidak surut. Ia tetap berusaha menjaga kualitas produknya, dengan keyakinan bahwa tempe akan selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Selama masih ada nasi, pasti ada tempe. Tempe itu makanan rakyat, murah tapi bergizi,” tambahnya.

Keberadaan pabrik tempe Bapak Hasan di Jalan Kopo bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya dan para pekerja, tetapi juga bukti bahwa usaha kecil tradisional bisa bertahan di tengah arus modernisasi. Di balik kesederhanaannya, usaha ini telah menjadi bagian penting dari ketahanan pangan sekaligus warisan kuliner nusantara yang terus hidup di Kota Bandung.

M. Yusup Hamdani ( Wartawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK
Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”

Berita Terbaru