Tragis Seorang Pria di Kesesi Ditemukan Tewas Gantung Diri Diduga Akibat Depresi Utang

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pekalongan – Jateng – Warga Desa Karyomukti, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas akibat gantung diri, Selasa (09/09/2025) dini hari. Korban diketahui berinisial HS (29), seorang buruh harian lepas yang tinggal di lingkungan tersebut.

Kejadian tragis itu pertama kali diketahui oleh salah satu anggota keluarga korban, sekitar pukul 03.30 wib. Usai melaksanakan shalat tahajud, saksi bermaksud membangunkan korban untuk menawarkan makanan. Namun saat membuka pintu kamar, ia justru menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di kusen pintu menggunakan ikat pinggang warna coklat.

Mendengar teriakan saksi, dua orang lainnya yang masih berada di dalam rumah segera datang dan bersama-sama menurunkan tubuh korban. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, keluarga segera melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kesesi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasubsi Penmas Polres Pekalongan Ipda Warsito, S.H saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, pada hari Selasa tanggal 09 September 2025 sekitar pukul 05.30 wib, kami menerima laporan adanya dugaan bunuh diri di Desa Karyomukti. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP bersama tim Inafis Polres Pekalongan dan pihak RSUD Kajen,” jelas Ipda Warsito.

Baca Juga:  5 Tahun Pemda Halbar Tidak Mampu Selesaikan Lahan Warga."Camat Loloda Tengah Halmahera Barat di Anggap Tidak SERIUS Bertugss..!

Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, diketahui bahwa korban diduga mengalami depresi berat akibat terlilit utang, yang tak kunjung bisa dilunasi. Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri menggunakan tali jemuran, namun berhasil digagalkan.

“Motif kuat mengarah pada tekanan psikologis karena masalah ekonomi. Dari hasil pemeriksaan fisik luar, ditemukan tanda-tanda khas korban gantung diri, serta tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan fisik lainnya,” terang Ipda Warsito.

Barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian adalah satu buah ikat pinggang warna coklat yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan otopsi(totok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RAHASIA PARA WALI MINUM KOPI: 5 KHASIAT ALA SYEKH IHSAN JAMPES
Ketika Tubuh Menjadi Akses Utama
Pelantikan Pengcab KODRAT Kabupaten Bandung dan Kejuaraan Tarung Derajat Bupati Cup.
Demokrasi, Opini Dan Kepastian Hukum*
Menunggu 8 Jam Malah Dibully: Bobroknya Etika Pelayanan Kesehatan Pasien BPJS
Dua Pekan Penindakan, Polres Subang Ungkap 21 Kasus Narkoba, 26 Orang Jadi Tersangka
Bantah Isu Lingkungan, SPPG Wonosegoro Justru Jadi Motor Ekonomi Warga Boyolali.
‎Lumpuhnya Fasilitas Publik di Lae Butar: Warga Mengeluh, Jalan Rusak dan Sampah Dibiarkan Mangkrak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:35 WIB

RAHASIA PARA WALI MINUM KOPI: 5 KHASIAT ALA SYEKH IHSAN JAMPES

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:12 WIB

Ketika Tubuh Menjadi Akses Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:08 WIB

Pelantikan Pengcab KODRAT Kabupaten Bandung dan Kejuaraan Tarung Derajat Bupati Cup.

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Demokrasi, Opini Dan Kepastian Hukum*

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Menunggu 8 Jam Malah Dibully: Bobroknya Etika Pelayanan Kesehatan Pasien BPJS

Berita Terbaru