
Kompas1.id
KENDAL 20 Agustus 2026, Jawa Tengah
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Paguyuban Petamandala menggelar kegiatan doa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di Kedai TPS3R, Karangsari,Kendal. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota paguyuban beserta keluarga.
PETAMANDALA hadir berusaha mencetak calon pemimpin yang adil dan bijak serta meneladani leluhur bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan, Ahmad Soleh, selaku pembina paguyuban tani “INDO FARMING MANDIRI” kec. Sukorejo.
Haru Udo Asmoro selaku HUMAS 2 DPD IWOI Kab. Purworejo, dan Ketua DPW LSM PKP Jawa Tengah.
Acara doa bersama dilaksanakan di malam hari dengan suasana sederhana namun penuh makna dipimpin Humas Petamandala ,Drs Suparto yang juga Wapimred Petamandalanews. Para anggota duduk bersama, berdiskusi, dan memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan paguyuban yang dipimpin Abah Mualim, sesepuh bandengan dan juga Ketua DPD LSM PKP Kendal.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota dan silaturahmi media dan organisasi yang ada di kendal dan jawa tengah.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Sekjen PETAMANDALA, Sunandar Ssos yang juga pegiat pengolah sampah TPS3R di daerah Karangsari, Kendal.
Beliau penggagas pertama di Kendal dalam Kedai TPS3R dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuannya selain berdoa bersama, juga untuk memperkuat soliditas dan kekompakan Paguyuban Petamandala. Semoga dengan meneladani sifat Rasulullah, paguyuban kita semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mochamad Ashari, Presiden Petamandala yang juga Kaperwil Jateng iNews86.com.
Nampak Bendahara DPD IWOI Kendal, Mutiah, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Beliau juga pegiat UMKM yang mengelola “Warung Sate Batas Kota” di Jambearum kendal.
Suasana kebersamaan tampak terlihat saat seluruh anggota berfoto bersama. Hidangan sederhana seperti gorengan dan teh hangat menambah kehangatan pertemuan malam itu.
Pertemuan diisi dengan Tauziah dan diakhiri doa oleh Kyai Ahmad Syafii, tokoh masyarakat Bandengan.
Paguyuban Petamandala berharap semoga melalui kegiatan keagamaan seperti ini semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial antar anggota dapat terus terjaga.
Penulis: Haru OBF











