KOMPAS1.ID
BANDUNG — Wajah kawasan ikonik Gedung Sate, Kota Bandung, kini tampil dengan rupa yang lebih mempesona. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah merampungkan sepenuhnya penataan kawasan yang mengintegrasikan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu. Kawasan baru tersebut resmi dibuka dan dapat dinikmati masyarakat luas bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pada Senin (17/8/2026).
Penataan menyeluruh ini menghadirkan suasana yang berbeda dan menyegarkan di seputar Gedung Sate. Konsep yang diusung menonjolkan nuansa warisan budaya atau heritage yang kental, diperindah dengan sentuhan arsitektur tradisional Nusantara — mengingatkan pada kawasan keraton dan alun-alun di masa lampau yang tertata rapi dan penuh keindahan.
Perubahan paling mencolok terlihat pada Jalan Diponegoro yang melintasi kawasan tersebut. Permukaan jalan yang dulunya beraspal kini telah ditata ulang menggunakan batu andesit pilihan, sehingga tampak serasi dan kokoh. Dua gapura megah pun kini berdiri kokoh di sisi barat dan timur kawasan, semakin memperkuat karakter kawasan bersejarah Gedung Sate.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Lapangan Gasibu yang berada tepat di sebelah utara Gedung Sate turut mengalami pembenahan menyeluruh. Area tersebut kini dilengkapi pelataran berbahan bambu yang artistik, menyatu harmonis dengan keseluruhan konsep penataan kawasan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa kawasan yang baru rampung ditata tersebut resmi diberi nama Pasanggrahan Panca Rasa. Nama ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan, keberagaman, dan keindahan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat di bawah naungan Jawa Barat.
Kawasan Pasanggrahan Panca Rasa kini siap menjadi ruang terbuka publik yang indah, nyaman, sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya sebagai kebanggaan masyarakat Jawa ***











