Cek Langsung Proyek, Dedi Mulyadi Soroti Takaran Semen Hingga Hak BPJS Pekerja

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
LOKASI PROYEK, 11 Juli 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan peninjauan mendadak ke lokasi proyek pembangunan pemerintah. Sesampainya di tempat, ia langsung berdialog secara terbuka dengan pekerja lapangan terkait tugas, sistem kerja, besaran upah, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dari hasil pembicaraan, terungkap masih ada pekerja yang belum menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan meskipun sudah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dedi, karena menurutnya setiap tenaga kerja di proyek pemerintah berhak mendapatkan perlindungan sosial dan jaminan keselamatan kerja yang jelas.

Takaran Adukan Dinilai Tidak Sesuai Standar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain hak pekerja, Dedi juga meneliti langsung kualitas pelaksanaan pekerjaan, termasuk menanyakan komposisi adukan semen yang digunakan. Seorang pekerja menjelaskan satu sak semen dicampur dengan sekitar 10 roda lori pasir.

Mendengar hal itu, Dedi menilai takaran tersebut jauh di bawah standar dan berisiko menurunkan kekuatan serta daya tahan bangunan. Ia mengingatkan seluruh pelaksana proyek agar tidak mengurangi spesifikasi material demi keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Kebakaran Lahan Perhutani di Talagawangi Berhasil Dipadamkan, Polisi Bersama Warga Lakukan Pemadaman Manual

“Kalau satu sak semen untuk 10 roda lori, itu kurang. Jangan kurangi takaran semen, jangan kurangi upah pekerja, apalagi menyubkontrakkan secara sembarangan. Mengumpulkan uang APBD itu tidak mudah. Saya minta hasil pekerjaan yang benar-benar berkualitas,” tegas Dedi.

Pengawasan Diperketat Demi Manfaat Jangka Panjang

Dedi menegaskan pembangunan menggunakan uang rakyat harus mengutamakan mutu agar infrastruktur awet dan bermanfaat lama. Pengurangan spesifikasi justru akan membebani anggaran di masa depan karena bangunan cepat rusak dan harus diperbaiki berulang kali.

Ia memastikan pengawasan terhadap seluruh proyek pemerintah akan terus diperketat, mulai dari kesesuaian teknis, kualitas material, hingga pemenuhan hak-hak tenaga kerja. Hal ini dilakukan agar setiap rupiah anggaran negara terpakai secara tepat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Adang Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru