KOMPAS1.ID
LOKASI PROYEK, 11 Juli 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan peninjauan mendadak ke lokasi proyek pembangunan pemerintah. Sesampainya di tempat, ia langsung berdialog secara terbuka dengan pekerja lapangan terkait tugas, sistem kerja, besaran upah, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Dari hasil pembicaraan, terungkap masih ada pekerja yang belum menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan meskipun sudah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dedi, karena menurutnya setiap tenaga kerja di proyek pemerintah berhak mendapatkan perlindungan sosial dan jaminan keselamatan kerja yang jelas.
Takaran Adukan Dinilai Tidak Sesuai Standar
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain hak pekerja, Dedi juga meneliti langsung kualitas pelaksanaan pekerjaan, termasuk menanyakan komposisi adukan semen yang digunakan. Seorang pekerja menjelaskan satu sak semen dicampur dengan sekitar 10 roda lori pasir.
Mendengar hal itu, Dedi menilai takaran tersebut jauh di bawah standar dan berisiko menurunkan kekuatan serta daya tahan bangunan. Ia mengingatkan seluruh pelaksana proyek agar tidak mengurangi spesifikasi material demi keuntungan pribadi.
“Kalau satu sak semen untuk 10 roda lori, itu kurang. Jangan kurangi takaran semen, jangan kurangi upah pekerja, apalagi menyubkontrakkan secara sembarangan. Mengumpulkan uang APBD itu tidak mudah. Saya minta hasil pekerjaan yang benar-benar berkualitas,” tegas Dedi.
Pengawasan Diperketat Demi Manfaat Jangka Panjang
Dedi menegaskan pembangunan menggunakan uang rakyat harus mengutamakan mutu agar infrastruktur awet dan bermanfaat lama. Pengurangan spesifikasi justru akan membebani anggaran di masa depan karena bangunan cepat rusak dan harus diperbaiki berulang kali.
Ia memastikan pengawasan terhadap seluruh proyek pemerintah akan terus diperketat, mulai dari kesesuaian teknis, kualitas material, hingga pemenuhan hak-hak tenaga kerja. Hal ini dilakukan agar setiap rupiah anggaran negara terpakai secara tepat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Adang Jabar














