Festival Bubur Suro Perkuat UMKM dan Lestarikan Budaya Lokal

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID

Kota Pekalongan – Festival Bubur Suro di Kelurahan Krapyak kembali menjadi bukti bahwa tradisi budaya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh, festival yang berkolaborasi dengan Syariah Festival Ekonomi (Syafaat) 2026 tidak hanya menjadi ajang menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat literasi keuangan, serta melestarikan kearifan lokal.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, saat membuka Syafaat Festival Bubur Suro 2026 di Lapangan Leo Krapyak Lor, Jumat malam (10/7/2026), mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekalongan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, dan panitia festival yang berhasil menghadirkan kegiatan lebih meriah dan bermanfaat bagi masyarakat. Pelaksanaan Festival Bubur Suro berlangsung mulai Jumat-Minggu, 10-12 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Festival ini sudah memasuki tahun ketujuh. Tahun ini lebih meriah karena berkolaborasi dengan BI Tegal serta Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Pekalongan. Tidak hanya menampilkan Bubur Suro, tetapi juga bagaimana masyarakat menjadi lebih melek digital dan memahami literasi keuangan,” ujar Wawalkot Balgis.

Ia menilai Festival Bubur Suro memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas Kelurahan Krapyak. Menurutnya, selain dikenal dengan tradisi Lopis Raksasa dan tenun, Festival Bubur Suro dapat menjadi daya tarik baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya khazanah budaya Kota Pekalongan.

“Sebagai salah satu daya tarik utama, festival menghadirkan bazar yang diikuti 76 stan UMKM, terdiri atas 50 UMKM binaan Bank Indonesia Tegal dan 26 UMKM dari Kelurahan Krapyak serta sekitarnya. Kehadiran puluhan pelaku usaha tersebut membuka peluang promosi produk lokal sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung,”terangnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Seno Indarto, menyampaikan bahwa sinergi antara festival budaya dan penguatan ekonomi syariah diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan ekosistem ekonomi syariah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembelanjaan UMKM, sekaligus melestarikan kebudayaan, khususnya di Kota Pekalongan,” katanya.

Baca Juga:  Menuju Hattrick Juara GBLA Siap Jadi Lautan Biru Hari ini, 32 Ribu Tiket Ludes Terjual.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, Andi Arslan Djunaid, menilai Festival Bubur Suro merupakan aset budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda berskala lebih luas. Menurutnya, kegiatan budaya yang mampu menarik banyak pengunjung akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.

“Ketika sebuah event didatangi banyak orang, ekonomi kreatif dan UMKM pasti hidup. Ini menjadi pekerjaan bersama bagaimana event besar di Krapyak bisa dikemas, dipublikasikan, dan di-branding secara nasional,” tuturnya.

Ketua Panitia Syafaat Festival Bubur Suro 2026, Muhammad Iskandar, menambahkan bahwa penyelenggaraan festival bertujuan mengangkat potensi kuliner Bubur Suro sebagai warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Tahun ini panitia menyiapkan sekitar 5000 porsi Bubur Suro yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat pada puncak acara, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak tidak hanya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga membekali mereka dengan edukasi literasi keuangan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Harapannya, para pelaku UMKM dan warga tidak hanya hebat berdagang dan memasarkan dagangan, tetapi juga cerdas mengelola keuangan dan usaha,” ungkap Iskandar.

Selain bazar UMKM, rangkaian Festival Bubur Suro 2026 juga diisi berbagai kegiatan sosial, budaya, dan edukatif, seperti lomba kuliner, launching Scan QRIS Wakaf dan penyerahan buku Rasa Krapyak, lomba hadroh, lomba mewarnai bertemakan ‘Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah’, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, senam jantung sehat, hingga panggung hiburan rakyat dengan menghadirkan bintang tamu grup musik Seroja dan Panji Sakti.

“Melalui kolaborasi tersebut, Festival Bubur Suro diharapkan terus berkembang menjadi agenda unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan memperkuat daya saing Kota Pekalongan,”tukasnya.

MULYOKO
Liputan Kominfo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual
Cegah Situasi Memanas, Polisi Evakuasi Dua Anak yang Diamankan Warga di Bojong
Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping
Sinergi Kemanusiaan: LFR Perkuat Koordinasi Bersama BPBD Kota Bandung Tekan Risiko Bencana
Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025
Dispora Dorong Busawan Muda Bertransformasi jadi Pelaku Usaha Digital
KETUA DMI KABUPATEN GARUT UCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES KEPADA KETUA DPD PARTAI GOLKAR GARUT
Sisa Bara Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Gudang Kayu di Kedungwuni
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WIB

Cegah Situasi Memanas, Polisi Evakuasi Dua Anak yang Diamankan Warga di Bojong

Selasa, 22 September 2026 - 12:17 WIB

Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping

Selasa, 22 September 2026 - 06:49 WIB

Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025

Selasa, 22 September 2026 - 06:18 WIB

Dispora Dorong Busawan Muda Bertransformasi jadi Pelaku Usaha Digital

Berita Terbaru

Uncategorized

APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:39 WIB