Merayakan Keberagaman: 13 Juli Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
​JAKARTA, 11 Juli 2026 – Bangsa Indonesia kembali mengukir jejak sejarah dalam merajut mozaik keberagaman. Penetapan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar seremonial kalender, melainkan sebuah penegasan fundamental atas fondasi kebangsaan yang dibangun di atas nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara.

​Dalam sebuah pernyataan yang mencerminkan semangat inklusivitas, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan pengingat bagi seluruh anak bangsa bahwa Indonesia adalah rumah bagi keyakinan yang beragam. Pemilihan tanggal 13 Juli memiliki makna historis yang mendalam, merujuk pada rapat para tokoh bangsa yang, meskipun berlangsung singkat, menghasilkan keputusan yang efektif, efisien, dan tajam, berkat ketajaman intelektual para perumus di masa lalu, termasuk peran sentral Wongsonegoro yang memberikan landasan bagi pengakuan keyakinan ini.

​Menatap Masa Depan dengan Optimisme
​Menanggapi langkah progresif ini, para penggerak Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI), di antaranya Bapak Engkus dan Bapak Boni Nugraha, menyambutnya dengan sikap luhur yang penuh optimisme. Bagi mereka, penetapan hari ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin ruang yang setara bagi seluruh penghayat kepercayaan.
​Negara kini hadir untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan yang utuh dalam menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi luhur, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak-hak konstitusional bagi para penghayat kepercayaan di seluruh penjuru Tanah Air.

​Kehadiran Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa diharapkan menjadi energi baru bagi harmoni sosial. Dengan pengakuan ini, kita semakin dikuatkan untuk berdiri tegak di atas perbedaan, menyatukan langkah dalam bingkai kebinekaan, dan bersama-sama merawat Indonesia sebagai bangsa yang beradab, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.# hakyangsama#toleransi#majelisluhurkepercayaanindonesia#kitasama1bangsa#hidupdamai.

BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
MEDIA KOMPAS1 ID MERAYAKAN ULANG TAHUN KEDUA, TEKAD TETAP HADIRKAN BERITA INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas
MILAD KE-18 LSM PENJARA DPC GARUT: SEMANGAT BERBAGI MELALUI AKSI JUMAT BERKAH, NASI KUNING JADI SIMBOL KEPEDULIAN
DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”
Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah
Ketua DPD IWOI Purworejo Sampaikan Ucapan HUT ke-2 Kompas1.id, Dorong Pers Makin Profesional dan Terpercaya
Polres Purworejo Memberikan Bantuan Air Bersih Kepada Masyarakat Desa Guyangan Kecamatan Loano Purworejo
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 01:13 WIB

Kodim Purworejo Buka Open Turnamen Voli Dandim Cup I, Semarakkan HUT TNI ke-81 dengan Semangat Sportivitas

Sabtu, 26 September 2026 - 01:06 WIB

MILAD KE-18 LSM PENJARA DPC GARUT: SEMANGAT BERBAGI MELALUI AKSI JUMAT BERKAH, NASI KUNING JADI SIMBOL KEPEDULIAN

Sabtu, 26 September 2026 - 00:55 WIB

DUGAAN AKTIVITAS TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI GUNUNG CI BURULUK DISOROT, APARAT DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN”

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Desa Sidomekar Bersalawat Bersama Habib Umar Al-Haddad, Warga Larut dalam Doa dan Tausiyah

Berita Terbaru

Uncategorized

Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:25 WIB