KOMPAS1.ID
JAKARTA, 11 Juli 2026 – Bangsa Indonesia kembali mengukir jejak sejarah dalam merajut mozaik keberagaman. Penetapan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar seremonial kalender, melainkan sebuah penegasan fundamental atas fondasi kebangsaan yang dibangun di atas nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara.
Dalam sebuah pernyataan yang mencerminkan semangat inklusivitas, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan pengingat bagi seluruh anak bangsa bahwa Indonesia adalah rumah bagi keyakinan yang beragam. Pemilihan tanggal 13 Juli memiliki makna historis yang mendalam, merujuk pada rapat para tokoh bangsa yang, meskipun berlangsung singkat, menghasilkan keputusan yang efektif, efisien, dan tajam, berkat ketajaman intelektual para perumus di masa lalu, termasuk peran sentral Wongsonegoro yang memberikan landasan bagi pengakuan keyakinan ini.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Menanggapi langkah progresif ini, para penggerak Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI), di antaranya Bapak Engkus dan Bapak Boni Nugraha, menyambutnya dengan sikap luhur yang penuh optimisme. Bagi mereka, penetapan hari ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin ruang yang setara bagi seluruh penghayat kepercayaan.
Negara kini hadir untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan yang utuh dalam menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi luhur, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak-hak konstitusional bagi para penghayat kepercayaan di seluruh penjuru Tanah Air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa diharapkan menjadi energi baru bagi harmoni sosial. Dengan pengakuan ini, kita semakin dikuatkan untuk berdiri tegak di atas perbedaan, menyatukan langkah dalam bingkai kebinekaan, dan bersama-sama merawat Indonesia sebagai bangsa yang beradab, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.# hakyangsama#toleransi#majelisluhurkepercayaanindonesia#kitasama1bangsa#hidupdamai.
BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG














