Kompas1.id
Cipatat, Bandung Barat – Senin 6 Juli 2026
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang baru dibangun di lereng Gunung Masigit, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sorotan warga dan pengunjung. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan wisata populer Stone Garden dinilai kurang strategis dan menimbulkan berbagai pertanyaan.
⚠️ Kritik Masyarakat & Pengunjung
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengunjung bernama Fahrul (30) menyatakan keterkejutannya melihat lokasi koperasi yang berada di ketinggian perbukitan, cukup jauh dari pusat pemukiman warga.
“Terasa janggal lokasinya. Kalau dibangun di atas sana, siapa yang mau beli atau datang naik ke atas? Apa nanti benar-benar efektif melayani warga?” ujarnya.
Selain soal akses yang dianggap sulit, bangunan itu dinilai mengganggu keindahan panorama alam. Gunung Masigit dan kawasan karst Stone Garden selama ini menjadi latar favorit wisatawan untuk berfoto dan menikmati pemandangan alami. Kehadiran bangunan koperasi dikhawatirkan mengurangi nilai estetika lingkungan wisata.
📝 Penjelasan Resmi Camat
Menanggapi kritik tersebut, Camat Cipatat Herman Permadi menjelaskan ada aturan ketat yang menjadi dasar pemilihan lokasi tersebut:
“Sesuai peraturan, KDMP wajib dibangun di atas tanah kas desa — tidak boleh di tanah milik pribadi, tanah negara, atau lahan lain yang bukan aset desa. Setelah ditelusuri, satu-satunya tanah kas desa yang tersedia dan cukup luas di wilayah Gunung Masigit justru ada di dekat area Stone Garden, yang selama ini memang difungsikan sebagai lahan parkir kendaraan wisatawan,” terangnya .
Ia menambahkan, pemilihan lokasi itu sudah melalui verifikasi administrasi. Pemerintah desa berharap nantinya koperasi bisa mengintegrasikan usaha dengan sektor pariwisata, bukan hanya melayani kebutuhan pokok warga, melainkan juga melayani pengunjung Stone Garden .
📌 Latar Belakang Singkat
KDMP Gunung Masigit merupakan bagian dari program nasional pembentukan 78 unit koperasi serupa di seluruh Kabupaten Bandung Barat. Sebagian sudah rampung dibangun dan dijadwalkan mulai beroperasi setelah peluncuran resmi serentak.
Pihak desa dan kecamatan menyatakan akan tetap mendengarkan masukan masyarakat dan terus mengevaluasi pengelolaan agar keberadaan koperasi memberikan manfaat maksimal tanpa merusak lingkungan wisata.
Rasman kabiro kbb














