Gas Subsidi 3 Kg di Gunung Meriah Tembus Rp 37 Ribu, Ada Apa Dengan Distribusinya?

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id

Harga elpiji bersubsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kemukiman Punaga, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan melonjak hingga Rp37.000 per tabung. Kenaikan yang jauh di atas harga yang seharusnya diterima masyarakat itu memicu tanda tanya mengenai pengawasan distribusi gas subsidi.

‎Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh elpiji dengan harga normal. Kondisi tersebut semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah, terutama ibu rumah tangga yang bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

‎”Kami minta pemerintah jangan hanya diam. Turunlah ke lapangan untuk mengecek kenapa harga bisa sampai Rp37.000. Apakah ada permainan di jalur distribusi, pelanggaran dalam penyaluran, atau faktor lain yang menyebabkan harga melonjak,” ujar seorang ibu rumah tangga di Kemukiman Punaga, Senin (6/7/2026).

‎Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui dinas terkait bersama aparat penegak hukum melakukan inspeksi terhadap pangkalan maupun rantai distribusi elpiji bersubsidi. Mereka meminta seluruh proses penyaluran diaudit agar diketahui penyebab tingginya harga yang dibayar masyarakat.

‎Menurut warga, bila distribusi berjalan sesuai ketentuan dan pengawasan dilakukan secara maksimal, harga elpiji bersubsidi seharusnya tidak mengalami lonjakan yang memberatkan masyarakat.

‎Masyarakat juga meminta pemerintah membuka hasil pengawasan kepada publik sehingga tidak menimbulkan spekulasi mengenai penyebab kenaikan harga elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.

‎Hingga berita ini diterbitkan, SINGKILNEWS.ID masih berupaya mengonfirmasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Aceh Singkil serta pihak terkait mengenai penyebab melonjaknya harga elpiji 3 kilogram dan langkah pengawasan yang akan dilakukan.

‎Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAGUYUBAN PETAMANDALA KENDAL Gelar Doa Bersama Perkuat Solidaritas
Kecelakaan Tunggal. Mobil Molen yang Sudah Diparkir Tiba tiba Meluncur Menabrak Warung di Depan SMK Alhidayah
Ketua Abpednas Ogan Ilir H. Elvis Rusdy Ucapkan Dirgahayu RI ke-81 Tahun
Abung Barat Bersholawat, Hamartoni: Bangun Lampung Utara Tak Cukup dengan Jalan dan Gedung
Penipuan Online via WhatsApp di Setu, Kabupaten Bekasi: Ini Dasar Hukum dan Ancaman Pidananya
Turlap Lokasi Scraping DPRD Bitung Soroti Dugaan Pencemaran dan Legalitas Izin PT DMMP, “Owner/Big Boss: “Kami Sudah Rugi & Ditipu 250 Juta .?
FWJI Apresiasi Transparansi Anggaran Pilkades Rp59,9 Miliar, Dorong Pengawasan Publik Hingga ke Desa
Izin Diklaim Lengkap, Dokumen Tak Ditunjukkan: Kinerja KSOP Bitung Dipertanyakan, Kasus Pemotongan Kapal “SALVAGE” Jadi Sorotan.
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:37 WIB

PAGUYUBAN PETAMANDALA KENDAL Gelar Doa Bersama Perkuat Solidaritas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Kecelakaan Tunggal. Mobil Molen yang Sudah Diparkir Tiba tiba Meluncur Menabrak Warung di Depan SMK Alhidayah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Ketua Abpednas Ogan Ilir H. Elvis Rusdy Ucapkan Dirgahayu RI ke-81 Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Abung Barat Bersholawat, Hamartoni: Bangun Lampung Utara Tak Cukup dengan Jalan dan Gedung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Turlap Lokasi Scraping DPRD Bitung Soroti Dugaan Pencemaran dan Legalitas Izin PT DMMP, “Owner/Big Boss: “Kami Sudah Rugi & Ditipu 250 Juta .?

Berita Terbaru