Aceh Singkil kompas1.id
Bangunan megah Pendopo Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Singkil yang berdiri di kawasan perkantoran pemerintahan, tepat di sisi kiri jalan protokol saat memasuki Kota Singkil, kembali menjadi sorotan publik.
Rumah dinas yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut kini dinilai lebih sering tampak kosong dibanding difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas penggunaan aset daerah yang telah menghabiskan dana besar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan yang menjadi salah satu ikon kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Singkil itu terlihat sepi. Pintu utama dalam keadaan tertutup dan tidak terlihat adanya aktivitas yang menunjukkan rumah dinas tersebut ditempati.
Sejumlah warga mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Mereka menilai keberadaan pendopo seharusnya dimanfaatkan sesuai fungsi sebagai rumah dinas Sekretaris Daerah, bukan dibiarkan kosong dalam waktu yang lama.
”Sayang sekali bangunan semegah itu dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, tetapi hampir tidak pernah terlihat dihuni. Kami sebagai masyarakat tentu bertanya-tanya, untuk apa dibangun jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Edy Widodo disebut sangat jarang menempati rumah dinas tersebut. Pendopo hanya terlihat ramai ketika ada agenda resmi atau kunjungan tamu penting, sementara di luar itu bangunan kembali tampak lengang.
Ironisnya, pada hari-hari kerja pun rumah dinas tersebut kerap terlihat tanpa aktivitas. Kondisi ini menimbulkan persepsi di tengah masyarakat bahwa aset daerah bernilai miliaran rupiah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Situasi ini memunculkan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Apakah ada alasan tertentu sehingga rumah dinas Sekda tidak ditempati? Apakah terdapat kendala teknis, administrasi, atau kebijakan lain yang menyebabkan pendopo tersebut kosong hampir dua tahun?
Transparansi diperlukan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebab, setiap aset yang dibangun menggunakan uang rakyat semestinya memberikan manfaat nyata dan digunakan sesuai peruntukannya.
Reporter Sabri
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














