Lebak, Media Kompas1.id –
13 Juni 2026 – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Lebak khususnya Kecamatan Cipanas, mulai menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, Sejumlah areal persawahan dan ladang milik warga dilaporkan mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu debit air di kali Ciberang juga mulai menyusut sehingga mengakibatkan kesulitan bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan aliran sungai tersebut untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.kondisi ini menimbulkan kekhawatiran para petani terhadap potensi gagal panen apabila kemarau berlangsung lebih lama.
Fenomena kekeringan dan ancaman krisis air bersih di kabupaten Lebak memang telah diantisipasi oleh pemerintah daerah melalui pemetaan wilayah rawan Kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga mengeluhkan semakin sulitnya memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah dan ladang.tanaman pertanian yang baru memasuki masa proses pertumbuhan terancam mengalami kerusakan jika tidak segera mendapatkan pasokan air yang cukup.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada air untuk mengairi sawah dan ladangnya,” ujar sala seorang warga setempat.
Masarakat juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun pusat dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kekeringan, seperti penyediaan bantuan air bersih, perbaikan sarana irigasi, serta bantuan pompa air bagi petani yang terdampak.
Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan masih didominasi musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan, masarakat diminta untuk menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan yang dapat mengganggu sektor pertanian serta kebutuhan air bersih masarakat.
( Kaperwil ARS )














