WNI Asal Kebumen Meninggal Dunia Akibat Kekerasan di Jepang, Pelaku Sesama WNI Sudah Diamankan

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KEBUMEN – Kabar duka datang dari Negeri Sakura. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita berinisial SR (21), warga Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan fisik di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Kamis (4/6/2026) malam waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berdarah itu terjadi di kawasan pemukiman sekitar pukul 21.15 malam. Pihak kepolisian Jepang bergerak cepat ke lokasi usai menerima laporan darurat dari warga sekitar. Di tempat kejadian, petugas menemukan SR dalam kondisi kritis dengan luka-luka berat di sekujur tubuh. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa korban tidak tertolong lagi dan mengembuskan napas terakhir sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.

Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian setempat berhasil mengamankan seorang pria berinisial MAL (27), yang juga berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), sebagai tersangka utama. Saat proses penangkapan sempat terjadi ketegangan hingga menimbulkan kepanikan, yang berujung pada dua orang—seorang petugas polisi dan rekan korban yang berusaha melerai—mengalami luka ringan. Polisi juga menyita sebilah senjata tajam jenis pisau dapur yang diduga kuat digunakan dalam peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil penyelidikan awal, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa korban dan pelaku telah saling mengenal sebelumnya. Motif kejadian hingga saat ini masih dalam pendalaman intensif oleh kepolisian setempat.

Baca Juga:  Tanggapi Pernyataan Kontroversial, Ketua Umum IWO Indonesia Akan Kirimkan Surat dan Siap Temui Hotman Paris

Kabar musibah ini segera menggema hingga ke kampung halaman dan langsung direspons oleh Migrant Care Kebumen. Perwakilan Migrant Care Kebumen, Maryatun, membenarkan adanya kejadian tragis tersebut dan menyatakan telah melaporkan perkembangan kasus ini secara resmi kepada Bupati Kebumen serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kebumen pada Jumat (5/6/2026).

Maryatun menceritakan kondisi keluarga korban yang sedang berada dalam situasi sulit karena terpisah jarak. Saat kejadian berlangsung, ayah korban sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Kalimantan, sementara ibunya juga berstatus PMI dan sedang bekerja di Taiwan.

“Besok pagi, tim kami sudah dijadwalkan bertolak ke Desa Tlogosari. Kami akan memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mengawal komunikasi dengan lembaga terkait mengenai prosedur pemulangan jenazah ke tanah air,” ungkap Maryatun, menegaskan komitmen pendampingan penuh bagi keluarga korban.

Hingga kini, proses hukum di Jepang masih berjalan, sementara keluarga besar di Kebumen tengah bersedih dan menunggu kepastian langkah selanjutnya terkait pemulangan jenazah SR untuk dimakamkan di kampung halaman.

(Om Haru)
Sumber: Perwakilan Migrant Care Kebumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanpa APD Lengkap, DPUPR Perakim Kota Mojokerto & CV Global Inovasi Engineering Terkesan Abaikan Pelanggaran K3 Pekerja CV Dara Karya Mandiri
Diduga Abaikan K3, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS-Forum CSR Kota Mojokerto Masih Ditemukan Tanpa APD
Marak Peredaran Obat Golongan G Ilegal Berkedok Warung Kopi di Setu Bekasi, Terancam Pidana 12 Tahun
Cabang Dinas Pendidikan Subulussalam Lakukan Rotasi Kepala Sekolah SMA/SMK, Demi Penyegaran dan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Peringatan Hari Anak Nasional, Bapenda Kabupaten Bandung: Pajak Adalah Investasi Masa Depan Generasi Penerus
Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur: Jasad Ditemukan Mengapung dengan Tangan Terborgol
Kepala Desa Malasari Dampingi Khitan Massal Anak pada Hari Anak Nasional 2026
Wabup Intan Tegaskan Pentingnya Sinergi Kepala Daerah di Forum Nasional ASWAKADA 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:52 WIB

Tanpa APD Lengkap, DPUPR Perakim Kota Mojokerto & CV Global Inovasi Engineering Terkesan Abaikan Pelanggaran K3 Pekerja CV Dara Karya Mandiri

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Diduga Abaikan K3, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS-Forum CSR Kota Mojokerto Masih Ditemukan Tanpa APD

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:12 WIB

Marak Peredaran Obat Golongan G Ilegal Berkedok Warung Kopi di Setu Bekasi, Terancam Pidana 12 Tahun

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:26 WIB

Cabang Dinas Pendidikan Subulussalam Lakukan Rotasi Kepala Sekolah SMA/SMK, Demi Penyegaran dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:40 WIB

Peringatan Hari Anak Nasional, Bapenda Kabupaten Bandung: Pajak Adalah Investasi Masa Depan Generasi Penerus

Berita Terbaru