KUNINGAN, /Kompas1.Id
– Praktik keterbukaan informasi di Desa Kutaraja, Kec. Maleber, Kab. Kuningan dipertanyakan. Saat dikonfirmasi awak media http://Kompas1.Id, Rabu 3/6/2026, Sekretaris Desa yang baru menjabat awal 2025 mengaku “buta” soal realisasi APBDes-DD 2024-2025 senilai Rp. 2,07 Miliar. dan melempar bola ke Kaur Pem yang notabene mantan Sekdes lama.
“Maaf Pak saya jadi Sekdes awal tahun 2025. Kalau Sekdes yang lama sekarang menjabat Kaur Pem mungkin beliau yang bisa menjelaskan. Desa Kutaraja ini sangat prihatin Pak, sudah beberapa kali dijabat 5 kali PJ dari kecamatan,” ujar Sekdes saat menerima kedatangan media.
Jawaban “cuci tangan” Sekdes ini memunculkan dugaan kuat syarat KKN di tubuh Pemdes Kutaraja. Bagaimana mungkin Bendahara + Sekdes tidak menguasai dokumen APBDes-DD yang notabene jadi tulang punggung desa?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data DD Kutaraja yang “Gelap”:
1. Tahun 2024 : Rp. 1.162.082.000 + Banprov Rp.130jt = Rp 1,29 Miliar. Tahap 1 Rp 548jt | Tahap 2 Rp 613jt.
2. Tahun 2025: Rp. 917.297.000 + Banprov Rp. 130jt = Rp. 1,04 Miliar. Tahap 1 Rp. 463jt Tahap 2 Rp. 453jt.
TOTAL 2 TAHUN = Rp. 2.339.379.000
5 BOMB WAKTU “SYARAT KKN” DI KUTARAJA:
1. Sekdes Baru “Amnesia Anggaran”, PJ Ganti 5 Kali = Modus Tutup Aib?
Sekdes ngaku baru menjabat 2025 + desa “prihatin” karena PJ ganti 5 kali. Pertanyaan: LPJ APBDes Tahun 2024 siapa yang tanda tangan Pak? Kaur Pem/Jejek mantan Sekdes? Kalau Sekdes sekarang nggak tau 2024, berarti serah terima jabatan bodong. Ini celah KKN klasik: tiap ada masalah ganti PJ biar jejak hilang.
2. Jalan Desa Rp. 470 Juta/Tahun Tapi “Jalan di Mana”?
Tahun 2024: Jalan Usaha Tani Rp. 93,3jt + Rp. 62,2jt. Jalan Lingkungan pecah 4x: Rp.186jt + Rp. 5,6jt + Rp. 186jt + Rp.93jt = Total jalan Rp. 626jt.
Tahun 2025: Jalan Lingkungan Rp. 147,7jt + Jalan Usaha Tani Rp. 58,6jt = Rp. 206jt.
Total 2 tahun Rp. 832jt. Pertanyaan: Pj.Kades + TPKD, jalan di Blok/RW mana yang 186jt x 2 itu Pak? Panjang berapa meter, volume m3 mana? Foto 0%-100% + papan proyek mana? Jangan-jangan “jalan di kertas” doang.
3. BUMDes “Desa Tidak Dilibatkan” = Diduga ATM Pribadi?
Sekdes: “Untuk program BUMDES juga Pak desa Kutaraja kepengurusannya sudah ganti yang baru desa juga tidak dilibatkan”. Waduh! BUMDes itu badan usaha milik desa. Kalau desa nggak dilibatkan, siapa yang kontrol? 2024 ada pelatihan BUMDes Rp. 3,7jt + 2025 Penyertaan Modal Rp. 183,4jt. Uang 183jt masuk ke BUMDes yang “desa nggak dilibatkan”? Ini rawan bancakan.
4. Pemberdayaan Perempuan Rp. 55jt + Pelatihan BPD/Perangkat Rp. 32jt = Bintek di Hotel?
Tahun 2024: Pelatihan Perempuan pecah 6x total Rp. 30,7jt. Peningkatan kapasitas BPD + Perangkat + Kades Rp. 27,8jt.
2025: Pelatihan Perempuan Rp. 25jt + kapasitas perangkat Rp. 16,4jt + BPD Rp. 1,8jt + Kades Rp 3,1jt = Rp. 46,3jt.
Total bintek 2 tahun Rp. 78jt. Pertanyaan: Pelatihan di mana Pak Sekdes? Hotel? Narasumber siapa? Daftar hadir + sertifikat + foto kegiatan mana? Jangan-jalan “pelatihan” cuma makan siang + amplop.
5. Posyandu 2024 Rp. 98jt → 2025 Loncat Rp. 133jt. PMT-nya Kemana?
2024: Posyandu pecah 12x total Rp. 98,3jt.
2025: Posyandu Rp. 133.282.000 sekali tembak.
Pertanyaan: Kader posyandu berapa orang, insentif per bulan berapa, PMT balita/ibu hamil berapa paket? Bukti foto + kwitansi telur/susu mana Bu Humas Desa? Data by name by NIK penerima PMT ada?
Sekdes Lempar ke Kaur Pem “Jeje” = Hindari Tanggung Jawab?
Alih-alih buka data, Sekdes malah kasih nomor WA Kaur Pem Jeje mantan Sekdes. Pola “lempar tanggung jawab” ini melanggar Permendagri No. 20/2018. Bendahara + Sekdes aktif wajib kuasai dan laporkan APBDes, bukan “tanya ke mantan”.
http://Kompas1.Id menuntut Pj.Kades + Sekdes + Bendahara + TPKD Kutaraja. buka LPJ APBDes-DD 2024-2025 1×24 jam. Jika bungkam, kami naikkan: “Pj Kades Kutaraja Bungkam Soal DD Rp. 2,07 Miliar + BUMDes 183 jt Desa Tak Dilibatkan” + laporkan ke DPMD Kuningan, Inspektorat, Kejari Kuningan.
Redaksi http://Kompas1.Id menunggu hak jawab sesuai asas berimbang dan praduga tak bersalah.
Joy & Tim.














