Berikut saya susun menjadi naskah berita yang utuh dan rapi:
📰 JALAN DAN JEMBATAN PEDALAMAN RUSAK PARAH, WARGA HARUS TARUH NYAWA SETIAP HARI
Oleh: Reporter Yanti
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beginilah wajah infrastruktur yang masih dirasakan masyarakat pedalaman hingga hari ini.”
Kondisi memprihatinkan terlihat jelas pada jalan penghubung Kenanga Payang menuju Nanga Dua. Jalur tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan jembatan kayu yang menjadi akses utama warga kini kondisinya sudah sangat rapuh dan membahayakan keselamatan siapa saja yang melintas setiap harinya.
Di tengah gencarnya pembangunan serta modernisasi yang terus digaungkan pemerintah, kenyataannya masih banyak masyarakat di desa-desa yang harus bertaruh nyawa hanya untuk melewati akses jalan mereka. Padahal, jalan dan jembatan bukan sekadar fasilitas biasa, melainkan jalur kehidupan utama bagi warga. Lewat akses inilah mereka membawa hasil kebun, pergi ke sekolah, mengakses layanan kesehatan, hingga menopang roda perekonomian sehari-hari.
Kondisi ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan masyarakat, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang serius. Warga pun berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun langsung melihat keadaan di lapangan, agar tidak hanya sekadar menerima laporan yang ada di atas meja kerja saja.
“Jangan sampai masyarakat pedalaman terus merasa tertinggal dan dianaktirikan dalam pembangunan,” tegas warga.
Mereka menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya diukur dari megahnya gedung-gedung dan jalan mulus di perkotaan. Lebih dari itu, kemajuan juga dilihat dari seberapa besar perhatian yang diberikan pemerintah kepada desa-desa terpencil, yang selama ini justru menjadi penopang utama hasil bumi dan sumber kekayaan daerah.
Kekhawatiran semakin bertambah apalagi menjelang musim hujan. Saat curah hujan tinggi turun, jalan yang rusak akan semakin sulit bahkan nyaris tidak bisa dilalui, sedangkan jembatan kayu yang sudah rapuh itu sewaktu-waktu bisa roboh. Masyarakat kini hanya bisa berharap ada perhatian nyata sebelum akses penghubung ini benar-benar putus total dan memakan korban jiwa.
Warga pun meminta agar pemerintah tidak hanya hadir saat ada agenda seremonial atau menjelang kepentingan tertentu, tetapi benar-benar hadir membawa solusi yang nyata bagi masyarakat kecil di pelosok daerah.
Karena pada dasarnya, pembangunan yang adil adalah pembangunan yang bisa dirasakan manfaatnya hingga ke ujung desa, bukan hanya sekadar terlihat megah di pusat kota saja.













