Aceh Singkil kompas1.id
17 Mai 2026 Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mempercepat pemerataan infrastruktur kembali dibuktikan oleh Bupati H. Safriadi Oyon, SH. Di tengah hari libur, Minggu (17/05/2026), orang nomor satu di Bumi Syekh Abdur Rauf As-Singkili ini turun langsung meninjau kondisi jalan penghubung antara Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.
Tidak datang sendiri, Bupati didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Singkil, H. Abdul Ali Karya, ST.
Kehadiran rombongan bupati tersebut bertujuan untuk melakukan asesmen teknis lapangan guna mencari solusi terbaik bagi akses vital yang menghubungkan dua desa strategis tersebut.
Kedatangan Bupati disambut hangat oleh Kepala Desa Teluk Rumbia, Pahrul Raji, Imam Masjid setempat Abdul Halim, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam tinjauan itu, Bupati mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluh kesah warga yang telah lama menunggu perbaikan akses transportasi mereka.
Bupati Safriadi Oyon mengungkapkan bahwa akses jalan menuju Teluk Rumbia telah lama menjadi perhatiannya.
Ia menegaskan bahwa penanganan fisik untuk ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil tahun 2026.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
Meski musim kemarau telah berlangsung, jalan tersebut masih sering tergenang air, menyulitkan mobilitas warga.
“Saat meninjau, saya langsung mendengar keluhan masyarakat.
Mereka menyampaikan permohonan agar akses ini segera ditangani. Ironisnya, meski sudah kemarau, jalan mereka tetap digenangi air,” ujar Bupati sambil memperhatikan kondisi tanah yang labil.
Mendengar hal tersebut, Bupati tidak membuang waktu. Ia langsung memberikan instruksi tegas kepada Plt. Kadis PUPR untuk melakukan penanganan darurat (emergency treatment) sebagai solusi sementara sebelum pekerjaan besar dilaksanakan melalui APBK.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan peringatan keras terkait potensi pungutan liar atau iuran paksa kepada masyarakat.
Ia mengapresiasi swadaya masyarakat yang telah berusaha memperbaiki jalan secara gotong royong, namun menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada di pundak pemerintah.
“Jalan ini kalau saya perhatikan, sudah dikerjakan secara darurat oleh masyarakat.
Tapi Pak Geuchik (Kepala Desa), jangan coba-coba untuk mengutip biaya dari masyarakat ketika mereka melewati jalan ini.
Ini akan ditangani langsung oleh Pemerintah secara darurat,” tegas Bupati dengan nada serius namun melindungi kepentingan warga kecil.
Safriadi Oyon menutup kunjungannya dengan doa dan harapan agar kesehatan senantiasa diberikan kepadanya dan seluruh jajaran pemerintahan untuk terus membenahi infrastruktur Kabupaten Aceh Singkil demi kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan untuk membenahi pembangunan di Kabupaten Aceh Singkil ini. Amin ya Rabbal Alamin,” tutupnya.
Langkah cepat Bupati ini diharapkan dapat menjadi oase bagi warga Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, membuktikan bahwa pemerintah hadir tidak hanya di atas kertas, tetapi juga di tengah lumpur dan genangan air yang dihadapi rakyatnya sehari-hari.(SB)














