Ribuan Warga Padati Bandung, Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG KOMPAS1.ID
Kota Bandung berubah menjadi lautan manusia pada malam hingga dini hari kemarin, Sabtu 16 Mei hingga Minggu 17 Mei 2026. Ribuan warga memadati jalan-jalan utama kota ini untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, sebuah perayaan akbar yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Jawa Barat.

Kirab dimulai pukul 19.30 WIB dari Kiara Artha Park dan bergerak melewati Jalan Jakarta, Jalan Supratman, hingga Jalan Diponegoro, dengan titik akhir di halaman Gedung Sate. Sepanjang rute sepanjang beberapa kilometer tersebut, warga berdiri berjejer di sisi jalan dan trotoar untuk menyaksikan iring-iringan kemegahan yang ditampilkan.

Pawai budaya ini menampilkan deretan atraksi menarik, mulai dari kereta kencana yang megah, pasukan berkuda, barisan penari adat Sunda dan Bali, hingga pembawa janur yang menghias perjalanan. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah diaraknya simbol kebesaran Tatar Sunda, Mahkota Binokasih. Acara ini diikuti oleh perwakilan seni dari 13 kampung adat serta utusan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, yang masing-masing menampilkan ciri khas budaya daerahnya.

Puncak acara berlangsung di Gedung Sate, di mana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara simbolis menyerahkan Mahkota Binokasih kepada pihak Keraton Sumedang Larang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni kolosal yang memukau hingga menjelang dini hari.

Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa perayaan ini sekaligus menjadi wujud penerapan semangat “Bandung Berhiber”, yaitu Bersih, Indah, Berbunga. Hal ini terlihat dari penataan jalan, perbaikan trotoar, penerangan jalan yang terang, serta penataan ruang publik yang semakin nyaman dan indah untuk warga.

Suasana penuh kehangatan dan rasa bangga terasa kental sepanjang acara, menunjukkan bahwa warisan budaya leluhur masih menjadi identitas utama yang dijaga dan dicintai oleh masyarakat Jawa Barat. Kirab budaya ini pun ditutup dengan kesan mendalam, sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman. *** Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan
SEMANGAT KEMERDEKAAN MELEDAK DI PONPES ABULYATAMA! SANTRI BERLAGA, TAWA DAN KEBERSAMAAN PECAH
Kawasan Pasanggrahan Panca Rasa: Wajah Baru Gedung Sate Resmi Dibuka Bertepatan HUT ke-81 RI
ANTISIPASI BALAP LIAR, POLSEK MARGAASIH SAMBANGI BENGKEL DI MEKARRAHAYU
Semarak Karnaval HUT ke-81 RI DALDUKPPA Gaungkan Semangat “Merdeka dari Kekerasan, Merdeka untuk Berdaya”
Peringatan Hajat Huluwotan Jadi Momentum Kebersamaan Warga dalam Merawat Mata Air, Lingkungan, dan Nilai Budaya Leluhur
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81: Kaperwil Banten Kompas1.id” Mengajak kepada Semua Bersatu Mengabdi untuk Bangsa”
DI PEDALAMAN KAPUAS HULU, MERAH PUTIH BERKIBAR GAGAH DI DEPAN SETIAP RUMAH
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10 WIB

SEMANGAT KEMERDEKAAN MELEDAK DI PONPES ABULYATAMA! SANTRI BERLAGA, TAWA DAN KEBERSAMAAN PECAH

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Kawasan Pasanggrahan Panca Rasa: Wajah Baru Gedung Sate Resmi Dibuka Bertepatan HUT ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ANTISIPASI BALAP LIAR, POLSEK MARGAASIH SAMBANGI BENGKEL DI MEKARRAHAYU

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Semarak Karnaval HUT ke-81 RI DALDUKPPA Gaungkan Semangat “Merdeka dari Kekerasan, Merdeka untuk Berdaya”

Berita Terbaru