Kompas, 1. Id.
Kepala Desa Malasari Kecamatan Cimaung, H. Beni Hambali, ikut hadir bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah Bapak Asep yang terletak di RT 05 RW O3, Minggu (17/5/26 ). Kepala Desa tidak sekadar memberi intruksi dari jauh. Meski hari itu adalah hari libur beliau memilih turun tangan langsung, dan berbaur dengan masyarakat di wilayah RT 05 RW 03 untuk bergabung bergotong royong memperbaiki rumah.
Suasana penuh keakraban dengan kehadiran Kades menjadi simbol bahwa
gotongroyong yang kita lakukan hari ini adalah wujud cinta kita pada lingkungan dan sesama.
Kades yang biasa dipanggil Haji Ben itu adalah simbol kehadiran yang dekat, sosok yang tak segan turun ke lapangan dan merasakan denyut kehidupan sehari-hari bersama mereka, setiap pekan selalu berkeliling ke tiap RW, Kunjungan berkalanya tidak hanya sebatas seremoni, melainkan pertemuan tulus untuk mendengar dan berdialog dengan warganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semoga apa yang kita kerjakan mendapat berkah, menguatkan rasa kebersamaan, dan menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus memelihara tradisi gotongroyong ,” Ungkapnya
Keakraban yang dibangun Haji Ben terlihat dari hal-hal sederhana dengan melebur bersama warganya dalam bergotong royong.
” Ketika pekerjaan menumpuk, gotong royong hadir sebagai solusi yang menyederhanakan beban. Apa yang terlihat berat ketika dikerjakan sendiri, menjadi ringan saat dilakukan bersama.” Tegas Haji Ben.
Dengan bergotong royong, tugas-tugas seperti memperbaiki rumah, membersihkan selokan, atau menata fasilitas umum selesai lebih cepat karena pekerjaan dibagi, masing-masing warga membawa kemampuan dan tenaga sesuai kemampuan mereka.
Gotong royong bukan sekadar efisiensi waktu dan tenaga, tetapi juga efisiensi biaya dan penggunaan sumber daya. Bahan bisa dibagi, alat digunakan bergiliran, dan tenaga yang tersebar membuat pekerjaan teknis berjalan lancar.
Dhany.














