Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN 05 PB Penai Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terbengkalai

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALIMANTAN BARAT KOMPAS1.ID
Proyek pembangunan gedung perpustakaan di SDN 05 PB Penai yang diharapkan menjadi penunjang fasilitas pendidikan justru menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bangunan yang seharusnya melengkapi sarana belajar siswa ini diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, berjalan lambat, dan terkesan terbengkalai sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas serta keamanan konstruksi.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, pengerjaan bangunan belum rampung sepenuhnya dengan kondisi yang dinilai jauh dari standar layak. Hal yang paling disoroti masyarakat adalah struktur pondasi yang tampak hanya ditopang oleh tiang-tiang kayu berukuran kecil. Kondisi ini dianggap tidak seimbang dengan bobot bangunan yang menggunakan material semen dan beton, sehingga dikhawatirkan tidak memiliki daya tahan yang cukup jika digunakan dalam jangka panjang dan membahayakan keselamatan penggunanya.

Selain masalah struktur utama, akses masuk menuju gedung juga belum tuntas dibangun. Tangga semen masih kasar dan belum diselesaikan dengan rapi, sementara akses sementara hanya berupa papan kayu yang dipasang seadanya. Warga menilai jalur tersebut sangat berbahaya bagi siswa maupun guru yang harus melintas setiap hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kualitas pengerjaan bagian luar bangunan pun dinilai asal-asalan. Sebagian dinding belum diplester dengan rapi, bagian bawah bangunan masih terbuka tanpa pengaman yang memadai, dan area sekitar lokasi pembangunan tidak terawat. Rumput liar tumbuh tinggi di sekeliling bangunan, sementara sisa material kayu terlihat berserakan di berbagai sudut lokasi.

Baca Juga:  HARI KEMERDEKAAN RI KE-81: SEMOGA BANGSA KITA SEMAKIN JAYA

Kondisi tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa proyek ini mengalami keterlambatan serius atau hampir mangkrak. Masyarakat sekitar mengaku jarang melihat adanya aktivitas pekerja di lokasi, sehingga timbul anggapan bahwa pembangunan ini berjalan tanpa pengawasan yang ketat dari pihak berwenang.

Kondisi proyek ini memicu kekecewaan mendalam dari wali murid dan warga sekitar. Mereka berharap fasilitas pendidikan yang dibangun menggunakan anggaran negara dapat memberikan manfaat maksimal, bukan justru menjadi bangunan yang kualitasnya diragukan.

“Bangunan sekolah bukan sekadar proyek biasa. Ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak. Jangan sampai anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa justru menghasilkan bangunan yang kualitasnya diragukan dan membahayakan keselamatan,” ungkap salah satu warga setempat.

Masyarakat pun meminta pemerintah daerah dan dinas terkait segera turun langsung ke lapangan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka juga mendesak agar dilakukan audit secara transparan terhadap kinerja kontraktor pelaksana dan pihak pengawas. Apabila terbukti ada ketidaksesuaian dengan rencana atau kelalaian kerja, masyarakat menuntut agar pihak terkait dimintai pertanggungjawaban sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian baru terkait persoalan infrastruktur pendidikan. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian administrasi, tetapi benar-benar menjamin kualitas dan keamanan setiap fasilitas umum yang dibangun, mengingat bangunan pendidikan adalah tanggung jawab moral demi kenyamanan dan keselamatan generasi penerus bangsa.

Reporter Didi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brimob Aceh Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Subulussalam
Gercep! Tim URC Polsek Baradatu Amankan Pelaku Curi Sepeda Motor di Dua TKP Berbeda
Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan
SEMANGAT KEMERDEKAAN MELEDAK DI PONPES ABULYATAMA! SANTRI BERLAGA, TAWA DAN KEBERSAMAAN PECAH
Kawasan Pasanggrahan Panca Rasa: Wajah Baru Gedung Sate Resmi Dibuka Bertepatan HUT ke-81 RI
ANTISIPASI BALAP LIAR, POLSEK MARGAASIH SAMBANGI BENGKEL DI MEKARRAHAYU
Semarak Karnaval HUT ke-81 RI DALDUKPPA Gaungkan Semangat “Merdeka dari Kekerasan, Merdeka untuk Berdaya”
Peringatan Hajat Huluwotan Jadi Momentum Kebersamaan Warga dalam Merawat Mata Air, Lingkungan, dan Nilai Budaya Leluhur
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Brimob Aceh Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Subulussalam

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Gercep! Tim URC Polsek Baradatu Amankan Pelaku Curi Sepeda Motor di Dua TKP Berbeda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10 WIB

SEMANGAT KEMERDEKAAN MELEDAK DI PONPES ABULYATAMA! SANTRI BERLAGA, TAWA DAN KEBERSAMAAN PECAH

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Kawasan Pasanggrahan Panca Rasa: Wajah Baru Gedung Sate Resmi Dibuka Bertepatan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru