KAPUAS HULU KOMPAS1.ID
Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kini terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus. Genangan air yang bercampur lumpur terlihat merendam jalanan desa, pekarangan hingga bagian bawah rumah warga, serta melumpuhkan akses darat dan sungai yang menjadi tumpuan utama aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Bagi warga setempat, bencana banjir yang kian sering terjadi ini tidak lagi sekadar akibat curah hujan yang lebat. Masyarakat meyakini, peristiwa ini adalah dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang diduga kuat disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri. Berkurangnya luas hutan, rusaknya daerah resapan air, serta tidak terjaganya kelestarian lingkungan disebut sebagai penyebab utama air hujan kini dengan cepat meluap dan masuk ke pemukiman.
Warga menilai alam perlahan kehilangan kemampuan alaminya untuk menahan dan menyerap air hujan. Akibatnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, ancaman banjir langsung datang menghantam masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan hanya karena hujan. Alam sudah terlalu banyak disakiti. Ketika hutan rusak dan lingkungan tidak dijaga, yang merasakan dampaknya langsung adalah masyarakat sendiri,” ungkap salah satu warga setempat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga terhadap masa depan lingkungan di wilayah mereka. Kerusakan alam yang terus dibiarkan berlanjut dikhawatirkan hanya akan melahirkan bencana serupa bahkan yang lebih parah dari tahun ke tahun. Berkurangnya pepohonan, sungai yang makin dangkal, serta saluran air yang tidak terawat membuat air tidak lagi memiliki ruang untuk mengalir atau terserap ke dalam tanah secara alami.
Selain merendam pemukiman dan menghambat mobilitas, banjir ini juga mulai mengganggu roda perekonomian warga. Sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, sementara anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan dan berisiko terdampak dalam situasi darurat ini.
Masyarakat pun menyampaikan harapan agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya hadir saat bencana sudah terjadi. Warga meminta adanya langkah nyata dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan, memperbaiki aliran sungai, serta menghentikan segala aktivitas yang berpotensi merusak alam. Hal ini dianggap penting demi mencegah bencana yang lebih besar di masa mendatang.
Banjir yang melanda Desa Landau Badai menjadi gambaran nyata bahwa eksploitasi alam yang dilakukan tanpa memedulikan keseimbangan lingkungan, pada akhirnya akan membawa dampak buruk yang kembali menghantam kehidupan manusia itu sendiri.
Reporter Didi














