Landau Badai Terkepung Banjir, Warga: Alam Mulai “Membalas” Ulah Manusia

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAPUAS HULU KOMPAS1.ID
Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kini terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus. Genangan air yang bercampur lumpur terlihat merendam jalanan desa, pekarangan hingga bagian bawah rumah warga, serta melumpuhkan akses darat dan sungai yang menjadi tumpuan utama aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

Bagi warga setempat, bencana banjir yang kian sering terjadi ini tidak lagi sekadar akibat curah hujan yang lebat. Masyarakat meyakini, peristiwa ini adalah dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang diduga kuat disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri. Berkurangnya luas hutan, rusaknya daerah resapan air, serta tidak terjaganya kelestarian lingkungan disebut sebagai penyebab utama air hujan kini dengan cepat meluap dan masuk ke pemukiman.

Warga menilai alam perlahan kehilangan kemampuan alaminya untuk menahan dan menyerap air hujan. Akibatnya, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, ancaman banjir langsung datang menghantam masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya karena hujan. Alam sudah terlalu banyak disakiti. Ketika hutan rusak dan lingkungan tidak dijaga, yang merasakan dampaknya langsung adalah masyarakat sendiri,” ungkap salah satu warga setempat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga terhadap masa depan lingkungan di wilayah mereka. Kerusakan alam yang terus dibiarkan berlanjut dikhawatirkan hanya akan melahirkan bencana serupa bahkan yang lebih parah dari tahun ke tahun. Berkurangnya pepohonan, sungai yang makin dangkal, serta saluran air yang tidak terawat membuat air tidak lagi memiliki ruang untuk mengalir atau terserap ke dalam tanah secara alami.

Baca Juga:  Sentuhan Humanis Idad Badruzaman: Merajut Harmoni dan Membenahi Drainase di Babakan Ciparay

Selain merendam pemukiman dan menghambat mobilitas, banjir ini juga mulai mengganggu roda perekonomian warga. Sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, sementara anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan dan berisiko terdampak dalam situasi darurat ini.

Masyarakat pun menyampaikan harapan agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya hadir saat bencana sudah terjadi. Warga meminta adanya langkah nyata dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan, memperbaiki aliran sungai, serta menghentikan segala aktivitas yang berpotensi merusak alam. Hal ini dianggap penting demi mencegah bencana yang lebih besar di masa mendatang.

Banjir yang melanda Desa Landau Badai menjadi gambaran nyata bahwa eksploitasi alam yang dilakukan tanpa memedulikan keseimbangan lingkungan, pada akhirnya akan membawa dampak buruk yang kembali menghantam kehidupan manusia itu sendiri.

 

Reporter Didi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi I DPRD Purworejo Terima Audiensi DPD IWO Indonesia Kabupaten Purworejo , Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Wagub Jabar Erwan Setiawan Ancam Pecat ASN yang Terlibat LGBT
*POLISI MASUK SEKOLAH: BHABINKAMTIBMAS MEKARRAHAYU BEKALI SISWA BARU MTs USWATUN HASANAH SOAL DISIPLIN DAN ANTI-BULLYING*
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tegas: Kabel Udara Ilegal Langsung Dipotong, Semua Akan Dialihkan ke Bawah Tanah
Karya Adalah Identitas, Bukan Sekadar ID Card: Wartawan Bermartabat Menjaga Integritas Profesi
TMMD Ke-129 Resmi Dimulai, TNI-Pemda Bergerak Bangun Infrastruktur dan Kesejahteraan di Sungkai Utara
Pekerja Pabrik Kapur di Bandung Barat Mengadu ke Dedi Mulyadi, Hak Normatif Tak Terpenuhi
Ratusan Santri Belajar Langsung di Istana Negara, Kenali Sejarah hingga Nilai Kebangsaan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:01 WIB

Komisi I DPRD Purworejo Terima Audiensi DPD IWO Indonesia Kabupaten Purworejo , Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:54 WIB

Wagub Jabar Erwan Setiawan Ancam Pecat ASN yang Terlibat LGBT

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:47 WIB

*POLISI MASUK SEKOLAH: BHABINKAMTIBMAS MEKARRAHAYU BEKALI SISWA BARU MTs USWATUN HASANAH SOAL DISIPLIN DAN ANTI-BULLYING*

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:43 WIB

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tegas: Kabel Udara Ilegal Langsung Dipotong, Semua Akan Dialihkan ke Bawah Tanah

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:11 WIB

Karya Adalah Identitas, Bukan Sekadar ID Card: Wartawan Bermartabat Menjaga Integritas Profesi

Berita Terbaru